BSSN bangun edukasi budaya keamanan informasi pada masa pandemi COVID

id BSSN,Budaya keamanan informasi,Edukasi masyarakat

Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Syahrul Mubarak saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Panitia Kerja Ketahanan Nasional Komisi I DPR RI di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8-7-2020). ANTARA/ HO-Humas BSSN

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Utama (Sestama) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Syahrul Mubarak mengatakan bahwa BSSN terus membangun edukasi budaya keamanan informasi masyarakat pada masa pandemi COVID-19.

Edukasi budaya keamanan informasi masyarakat itu adalah salah satu fokus BSSN dalam membangun keamanan siber.

"Pada masa pandemi ini, intern BSSN terus menerapkan berbagai protokol pencegahan penyebaran COVID-19. Namun, dalam segi layanan, BSSN tetap berfokus pada keamanan siber," ujar Syahrul dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: BSSN pastikan tak ada kebocoran data pasien COVID-19

Edukasi yang dilakukan BSSN, kata dia, adalah bentuk program kerja yang bersifat antisipatif terhadap keamanan siber Indonesia.

Sebagaimana dikutip pada akun Instagram @kliks.bssn, BSSN mengedukasi masyarakat dalam keamanan berinformasi bagi pengguna media sosial.

BSSN mengimbau pengguna media sosial menghapus informasi pribadi pengguna dari situs media sosial tersebut.

Menurut BSSN, informasi tersebut sudah cukup bagi peretas untuk menyerang pengguna, misalnya serangan phising.

BSSN juga mengimbau masyarakat dapat terus memantau kekuatan pengaturan keamanan di media sosial.

Pengguna media sosial disarankan menggunakan fitur-fitur keamanan berlapis, seperti two factor authentication.

Baca juga: Kemenko akan minta BSSN periksa sistem PLN soal aduan tagihan listrik

BSSN juga mengimbau pengguna tidak memapai kata sandi yang sama di sejumlah akun. Hal ini bisa menjadi sangat berbahaya ketika seseorang yang tidak bertanggung jawab mengetahui kata sandinya.

Ia menjelaskan bahwa akun lain yang memiliki kata sandi yang sama dapat menjadi rentan diketahui oleh orang tersebut.

BSSN juga menyarankan untuk menonaktifkan fitur deteksi lokasi atau fitur Global Positioning System (GPS) yang terdapat pada ponsel.

Menurut BSSN, itu adalah salah satu cara untuk mencegah orang lain mengetahui posisi pengguna.

Ia meminta pengguna berhati-hati untuk tidak sembarang mengklik pesan phising yang dikirim ke perangkat teknologi informasi milik mereka.

Masalahnya, phising biasanya bermuatan malware. Ketika tautan pada email diklik oleh pengguna, perangkat pengguna terinfeksi malware yang merugikan.

Baca juga: BSSN: Server kejahatan di negara lain membuat penegak hukum kesulitan

Selain membangun budaya keamanan informasi melalui edukasi pengguna tersebut, fokus BSSN yang lainnya pada masa pandemi adalah mereduksi ancaman serangan botnet dan information stealer malware, serta meningkatkan keamanan informasi pada sistem elektronik layanan publik pemerintah.

"Untuk kegiatan strategis BSSN dalam pandemi COVID-19 pada tahun 2021 meliputi kegiatan strategis identifikasi, proteksi, deteksi, pemulihan, respons, dan pengendalian,” kata Syahrul.

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar