Infrastruktur rusak akibat banjir bandang Entikong segera diperbaiki

id banjir entikong,Kalbar,perbatasan,Indonesia-Malaysia,perbaikan infrastruktur rusak,Pemkab Sanggau

Sejumlah warga mencuci baju di sungai pascabanjir bandang di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (9/7/2020). Sebanyak enam rumah warga dan satu jembatan penghubung antardesa di Desa Nekan, Kecamatan Entikong yang berbatasan dengan Malaysia tersebut rusak parah akibat diterjang banjir bandang setelah hujan deras turun selama tiga jam pada Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO/Agus Alfian/jhw/hp.

Sanggau, Kalbar (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat segera memperbaiki kerusakan sejumlah infrastruktur yang ursak akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Nekan dan Dusun Gramajawa, Desa Nekan, Kecamatan Entikong di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
 
"Dampak akibat banjir itu masih dirasakan masyarakat di Desa Nekan, sehingga Pemkab Sanggau akan mengambil beberapa langkah untuk mengatasi persoalan di tengah masyarakat usai banjir bandang tersebut," kata Bupati Sanggau, Paolus Hadi, saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascabanjir bandang di Sanggau, Senin.
 
Ia menjelaskan Pemkab Sanggau akan turut andil dalam pemulihan dampak dari bencana alam yang terjadi di Desa Nekan itu. 
 
Menurut dia, sejumlah infrastruktur yang juga rusak seperti pagar SDN 08 Nekan, Kantor Desa Nekan dan putusnya jembatan penghubung akses utama Dusun Gramajaya menuju Dusun Punti Kayan juga harus segera diperbaiki.
 
"Kita minta kepada pihak wewenang untuk menanggapi dan bekerja secara serius dalam menangani permasalahan pascabanjir," katanya.
 
Ia mengatakan kerja sama pihak terkait sangat penting dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Sanggau.
Pemkab Sanggau, Kalbar, Senin (13/7/2020) di Sanggau melakukan rapat koordinasi membahas penanganan pascabanjir bandang yang terjadi di Entikong, perbatasan Indonesia-Malaysia. (FOTO ANTARA/Muhammad Khusairi)

Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot berharap agar proses bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir tersebut agar segera dilaksanakan.
 
"Kita berharap proses bantuan kepada masyarakat harus cepat dilaksanakan karena warga yang terdampak sudah mulai kesulitan dalam memperoleh air bersih serta bahan pangan untuk sehari-hari, kemudian untuk rumah yang rusak serta lahan pertanian yang terdampak untuk segera didata agar dapat diperbaiki," katanya.
 
Rakor tersebut dihadiri Sekda Sanggau Kukuh Triyatmaka dan sejumlah dinas instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga Dan Pengairan, Dinas Cipta Karya, Dinas Perkebunan Dan Perternakan, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Dinas Pemerintah Desa.

Kemudian, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman ModaldDan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tim Reaksi Cepat BPBD.

Baca juga: Banjir bandang terjang Entikong perbatasan Indonesia-Malaysia

Baca juga: Korban banjir bandang Entikong perbatasan RI-Malaysia dipasok bantuan

Baca juga: Jembatan di Entikong putus akibat banjir bandang

Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar