SAR Pontianak temukan pengemudi kapal cepat hilang kondisi meninggal

id Sar pontianak,korban tabrakan ditemukan meninggal,speed boat,kapal cepat

Kantor SAR Pontianak menyatakan pengemudi kapal cepat (speed boat) Asek (40) ditemukan dalam keadaan meninggal, setelah tiga hari dilakukan pencarian di kawasan muara Sungai Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak menemykan pengemudi kapal cepat (speed boat) Asek (40) dalam keadaan meninggal dunia setelah tiga hari dilakukan pencarian di kawasan muara Sungai Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

"Pagi tadi sekitar pukul 03.20 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Asek dalam keadaan meninggal dunia sejauh tiga Nautical mile (5,4 kilometer) ke arah hilir dari lokasi tabrakan speed boatnya dengan sebuah kapal motor air," kata Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi di Pontianak, Selasa.

Baca juga: Tim SAR cari 16 ABK-penumpang KM alami kerusakan mesin

Dia menjelaskan setelah ditemukan, pihaknya melakukan evakuasi terhadap mayat korban, dan selanjutnya diserahkan ke Puskesmas Kubu untuk dilakukan visum

Asek sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (12/7)setelah speed boat yang dikemudikannya bertabrakan dengan kapal motor air di Muara Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Yopi menambahkan dalam musibah kecelakaan transportasi air itu, ada dua orang di kapal cepat itu, satu penumpang dalam keadaan selamat, sementara pengemudi kapal cepat itu meninggal.

Baca juga: Tim Basarnas Pontianak cari tiga korban kecelakaan di air

Baca juga: SAR: pencarian korban KML Arta Jaya terhambat ombak tinggi


Speed boat tersebut melayani rute Senentang menuju Kubu, sementara itu kapal motor air itu dari arah berlawanan. Kejadian kecelakaan antara speed boat rute Senentang - Kubu dengan Kapal Motor air di Muara Kubu itu terjadi, Minggu (12/7) sekitar pukul 13.15 WIB, katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor SAR Pontianak mengimbau masyarakat yang menggunakan transportasi air agar selalu mengutamakan keselamatan, apalagi saat ini kondisi cuaca sering hujan yang disertai angin kencang, sehingga mengganggu pandangan yang berdampak rawan bagi keselamatan transportasi air.

"Selain itu, masyarakat pengguna transportasi air juga kami imbau agar selalu melengkapi sarana dengan alat keselamatan, seperti pelampung air dan termasuk alat komunikasi," ujarnya.

Baca juga: SAR Pontianak: Empat ABK tugboat mega 09 masih hilang

Pewarta : Andilala
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar