BPJS Kesehatan luncurkan E-Dabu Mobile untuk permudah badan usaha

id Bpjs kesehatan,Fachmi idris

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kedua kanan) bersama Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Maya A. Rusady (kiri), Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta Andayani Budi Lestari (kedua kanan), dan Direktur Teknologi Informasi Wahyuddin Bagenda (kanan) saat peluncuran aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (E-Dabu) di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (16/7/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz/pri.

Jakarta (ANTARA) - BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (E-Dabu) Mobile yaitu sistem pengelolaan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional pekerja suatu perusahaan yang dapat dilakukan secara ringkas melalui gawai.

"Pada hari ini kami memperkenalkan aplikasi untuk memudahkan update perusahaan data karyawan yang tadinya hanya bisa update di laptop atau PC, sekarang bisa mobile," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam peluncuran aplikasi E-Dabu Mobile di Kantor BPJS Kesehatan Jakarta, Kamis.

Fachmi menyebut peluncuran aplikasi E-Dabu Mobile dilakukan untuk memudahkan badan usaha mengelola kepesertaan pekerjanya seperti memperbarui data pekerja atau melihat riwayat pembayaran iuran bisa dilakukan lebih cepat dan lebih mudah dengan hanya menggunakan aplikasi di ponsel.

BPJS Kesehatan telah menetapkan tahun 2020 sebagai tahun pelayanan dan kepuasan peserta. Fachmi mengatakan diluncurkannya aplikasi E-Dabu Mobile adalah salah satu inovasi dari BPJS Kesehatan dalam hal peningkatan pelayanan.

"Dengan E-Dabu Mobile, sehingga lebih cepat, lebih memastikan informasi dari badan usaha untuk dapat diupdate," kata Fachmi.

Terdapat sejumlah fitur di E-Dabu Mobile yang bisa dimanfaatkan oleh badan usaha dalam mengelola kepesertaan pekerjanya. Beberapa fitur tersebut diantaranya fitur cek peserta, fitur riwayat pembayaran, fitur data mutasi, fitur tren pembayaran, dan ada pula konten terkait kesehatan berupa artikel.

Pada aplikasi tersebut dapat melihat informasi mengenai riwayat pembayaran iuran pekerja termasuk tren pembayaran iuran sejak tahun 2014 hingga saat ini.

Baca juga: BPJS Kesehatan sebut penerapan tata kelola baik perkokoh ekosistem JKN

Baca juga: BPJS Kesehatan gunakan biometrik dan "machine learning" cegah fraud

Dirut BPJS Kesehatan berharap para badan usaha tetap memberikan perlindungan kepada pekerjanya dengan jaminan kesehatan agar sumber daya manusianya bisa tetap sehat dan akan berimbas pada produktivitas dan kinerja perusahaan yang juga meningkat.

Sementara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Hayani Rumondang menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya bagi BPJS Kesehatan yang telah meluncurkan aplikasi E-Dabu Mobile untuk memudahkan badan usaha.

"Kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPJS Kesehatan yang telah membuat E-Dabu Mobile untuk memastikan kemudahan, serta kecepatan informasi dalam menghadapi era digitalisasi dan era baru pandemi COVID-19," kata dia.

Menaker mengajak kepada kalangan badan usaha untuk tetap bisa memberikan jaminan kesehatan kepada karyawannya, terlebih pada masa pandemi COVID-19.

Peluncuran aplikasi E-Dabu Mobile dilakukan berbarengan dengan Gathering BPJS Kesehatan dengan badan usaha baik secara fisik yang menerapkan protokol kesehatan di kantor BPJS Kesehatan Jakarta dan juga dilakukan secara telekonferensi menggunakan aplikasi daring.

Sebanyak 500 badan usaha mengikuti acara gathering tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai aplikasi E-Dabu Mobile maupun menyangkut pengelolaan pekerja peserta JKN di badan usaha dan edukasi kesehatan yang dipaparkan oleh brand ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai.

Baca juga: Legislator dorong peran Kemenaker tingkatkan kepesertaan JKN

Baca juga: Dirut BPJS jelaskan solusi peserta JKN tak lagi terdaftar PBI


Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar