Kemendes PDTT akan berdayakan BUMDes sesuai potensi ekonomi

id Kemendes PDTT, BUMDes, Potensi Ekonomi

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar berbicara dalam acara Pelepasan KKN Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Tulungagung secara virtual dari Kemendes PDTT Jakarta, Senin (20/7/2020). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai fungsi yang dimiliki, yaitu dengan mendongkrak potensi ekonomi yang ada di tiap-tiap desa.

"Jadi, semua nantinya akan diproses dalam bentuk bottom up, bukan diproses dengan pendekatan top down ," kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam acara Pelepasan KKN Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Tulungagung secara virtual dari Kantor Kemendes PDTT di Jakarta, Senin.

Baca juga: Mendes PDTT: 10.026 BUMDes masih tetap bertahan ditengah pandemi

Ia mengatakan meskipun saat ini kementerian tetap melakukan pengawasan, pendampingan, pembinaan dan klasterisasi terhadap BUMDes yang ada di seluruh Indonesia, upaya memberdayakan badan usaha tersebut akan dilakukan melalui pendekatan bottom up, yaitu pemberdayaan yang dilakukan sesuai dengan fungsi dan potensi masing-masing BUMDes.

Masing-masing fungsi BUMDes tersebut, kata Mendes, didasarkan pada pemetaan latar belakang proses berdirinya badan usaha itu sendiri di setiap desa.

"Ada dua. Pertama BUMDes yang berdiri atas dasar telaah potensi ekonomi dan potensi masyarakatnya. Kedua, BUMDes yang berdiri atas dasar program Pemerintah Kabupaten. Nah, dua hal itu berdampak berbeda terhadap keberadaan BUMDes," katanya.

Berdasarkan penelusuran terhadap proses berdirinya BUMDes, Gus Menteri mengatakan bahwa 10.026 BUMDes yang sampai saat ini bertahan dan tetap mampu melakukan transaksi ekonom, bahkan di tengah pandemi COVID-19 adalah BUMDes-BUMDes yang didirikan melalui telaah potensi ekonomi yang ada di desa tersebut.

Baca juga: Mendes PDTT ajak mahasiswa turut serta bangun desa melalui Kukerta

Baca juga: Mendes: Pahami masalah desa agar dana desa tersalur secara efektif


"Artinya, BUMDes ini berdiri karena hasil telaah untuk menemukan tingkat kebutuhan masyarakat, bukan karena program Pemerintah Kabupaten," katanya.

Untuk itu, guna lebih masif lagi menggerakkan ekonomi desa di tengah keterpurukan akibat dampak COVID-19, Kemendes PDTT akan benar-benar melakukan revitalisasi BUMDes melalui pendekatan yang betul-betul mendongkrak potensi masyarakat yang ada di desa.

"Oleh karena itu, di dalam upaya pengembangan revitalisasi BUMDes ini, kita tidak akan pernah menggunakan pendekatan top down, tapi betul-betul bottom up," kata Gus Menteri.

Pewarta : Katriana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar