Kemarin, Vaksin Merah Putih tahap kloning hingga BOS untuk tes cepat

id vaksin merah putih,covid-19

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita humaniora kemarin (13/8) yang menarik perhatian pembaca seperti perkembangan tentang Vaksin Merah Putih, vaksin COVID-19 yang dikembangkan Indonesia, sampai perihal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memungkinkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipakai untuk tes cepat.

Berikut beberapa humaniora Minggu yang masih menarik untuk dibaca pada Jumat (14/8) ini:

Menristek: Vaksin Merah Putih dalam tahap kloning protein rekombinan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan Vaksin Merah Putih hingga saat ini masih dalam tahap kloning protein yang nantinya akan diujicobakan untuk mamalia hewan sebelum masuk uji klinis ke manusia.

Vaksin-obat COVID-19 masuk dalam prioritas riset nasional 2020-2024

Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa penelitian mengenai vaksin dan obat COVID-19 masuk dalam prioritas riset nasional tahun 2020-2024.

Prioritas riset nasional 2020-2024, menurut dia, kini juga mencakup riset dan pengembangan alat kesehatan yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.

Menag: Usaha kecil gratis sertifikasi halal

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil dengan omset di bawah Rp1 miliar gratis akan mendapatkannya tanpa mengeluarkan biaya apapun.

Kemendikbud: Dana BOS bisa digunakan untuk tes cepat COVID-19

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan dana BOS dimungkinkan digunakan untuk pembiayaan tes cepat COVID-19 tenaga kependidikan, sepanjang dananya ada.

Namun, menurut dia tidak semua dana BOS mencukupi digunakan untuk biaya tes cepat bagi tenaga kependidikan yang sekolahnya sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

 


Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar