NU diminta miliki badan usaha mandiri

id Nahdlatul Ulama,Nahlatut Tujjar

Anggota DPR RI Marwan Jafar. (ANTARA/HO-KT)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator The Independent Community for Peace and Hummanity, Marwan Jafar, mendorong ormas Nahdlatul Ulama memiliki badan usaha sendiri sehingga memperkuat NU dalam membangkitkan ekonomi umat berbasis kelembagaan.

“Hal tersebut sangat penting sebagai pengejawantahan spirit gerakan Nahlatut Tujjar yang menjadi cikal bakal lahirnya NU dan menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Nahdliyin yang mayoritas di pedesaan dan miskin,” kata Marwan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu

Menurut anggota DPR RI itu, semangat Nahdlatut Tujjar atau kebangkitan saudagar yang digelorakan oleh Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari sebelum lahirnya NU masih sangat relevan untuk diteruskan di masa kini sebagai alat gerakan konsolidasi ekonomi masyarakat.

"NU harus bikin semacam Badan Usaha Milik NU yang bergerak bidang ekonomi, semacam holding dan dikelola secara kelembagaan NU untuk menjawab problem ekonomi umat dan masyarakat,” kata mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Baca juga: Kemenko Perekonomian kolaborasi dengan NU untuk perkuat ekonomi umat
Baca juga: Untuk pemberdayaan ekonomi, minimart Kios Modern NU diresmikan di Bogor

Marwan sangat prihatin atas keberadaan ekonomi warga Nahdliyin dan masyarakat yang mayoritas kelas menengah ke bawah, kaum tani, buruh, pelaku UMKM dan tinggal di pedesaan.

“Mereka belum beranjak dari garis kemiskinan, apalagi ditambah kondisi pandemi COVID-19 mendera negeri ini,” kata dia.

Menurut dia, dengan adanya lembaga ekonomi milik NU yang nantinya menyebar hingga ke desa-desa akan menjadi wadah efektif untuk melakukan konsolidasi umat dan masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi mereka.

Baca juga: Pemerintah gandeng PBNU gelorakan kegiatan ekonomi rakyat
Baca juga: Gubernur Khofifah dorong UMKM Muslimat NU bersaing di era digital
Baca juga: PBNU siap bantu Jokowi atasi radikalisme, kesenjangan ekonomi dan SDM

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar