Dokter paru imbau warga beraktivitas di rumah saat kasus COVID-19 naik

id PDPI,Lonjakan COVID-19

Ketua PDPI Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) berbicara dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Jumat (18/9/2020). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat tetap beraktivitas, bekerja dan belajar di dalam rumah di tengah lonjakan kasus COVID-19.

"Jadi stay at home menjadi salah satu hal yang harus kita ingatkan kepada keluarga kita," kata Ketua PDPI Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Jumat.

Ia berharap masyarakat dapat mengingatkan kepada anggota keluarganya untuk sebisa mungkin beraktivitas di rumah karena potensi penularan COVID-19 muncul ketika ada kontak dengan orang sakit di lingkungan luar rumah.

Baca juga: Positif COVID-19 1.333 kasus, Papua Barat butuh dokter spesialis paru

"Misalnya kita bepergian ke pusat-pusat perbelanjaan. Nah, itu punya potensi. Oleh karena itu disarankan kalau tidak ada hal yang penting, tidak beraktivitas di luar rumah," katanya.

Ia mengatakan klaster baru penularan COVID-19 di dalam keluarga juga awal mulanya disebabkan oleh adanya penularan di luar rumah karena tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Oleh karena itu, ia mengimbau bagi orang-orang yang terpaksa sekali harus beraktivitas atau bekerja di luar rumah atau kantor untuk sebaiknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah potensi penularan COVID-19.

Baca juga: Dokter paru: Pasien COVID-19 rentan terkena happy hypoxia

"Maka yang terpenting adalah menjalankan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang sudah sering kita gaungkan. Kita harus menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan secara teratur sebelum menyentuh area muka," ujarnya.

Protokol kesehatan tersebut, katanya, menjadi suatu kewajiban, saat beraktivitas di luar rumah, termasuk ketika harus bekerja di kantor.

Kemudian, saat sampai di rumah, masyarakat juga diimbau untuk mensterilkan barang-barang yang dibawa sebelum masuk ke dalam rumah, kemudian menaruh baju yang telah dipakai ke tempat cucian dan mandi untuk membersihkan dari dari virus yang menempel.

Baca juga: Pemerintah didorong PDPI tingkatkan jumlah tes PCR hingga pelosok

"Setelah semuanya bersih baru kita bisa bertemu dengan keluarga," kata dr Agus.

Protokol kesehatan masuk rumah itu, wajib dilakukan untuk memastikan bahwa seseorang tidak membawa masuk potensi virus ke dalam rumah dan menularkannya kepada anggota keluarga yang lain.

Jika, masyarakat masih belum yakin telah steril saat masuk ke dalam rumah, maka mereka diimbau untuk tetap menggunakan masker walau di dalam rumah, dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Baca juga: Perhimpunan dokter paru: Tetap gunakan masker saat di rumah

"Itupun kita harus tetap waspada, terutama pada kelompok-kelompok yang rentan. Misalnya ada kelompok rentan di keluarga kita, itu rentan terinfeksi," katanya.

"Oleh karena itu, apabila kita adalah orang yang beraktivitas di luar rumah, disarankan selama berkontak dengan keluarga yang rentan tersebut sebaiknya di dalam rumah tetap menggunakan masker," kata Agus Dwi Susanto.

Baca juga: Dokter Paru minta masyarakat disiplin taati protokol kesehatan


Pewarta : Katriana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar