Polrestabes Medan tidak tahan tersangka GM Hairos Waterpark

id COVID-19,COVID-19 di Sumut,Hairos Waterpark,GM Hairos Waterpark ditetapkan tersangka,Polrestabes Medan

Polrestabes Medan tidak tahan tersangka GM Hairos Waterpark

Ekspose kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pihak Hairos Waterpark, di Mapolrestabes Medan, Jumat. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Penyidik Polrestabes Medan, Sumatera Utara tidak melakukan penahanan terhadap Manajer Umum (General Manager) Hairos Waterpark berinisial ES yang telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggar protokol kesehatan.
 
Tersangka dikenakan Pasal 93 Jo Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan Jo Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 107 Menkes/382 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat dan fasilitas mencegah COVID-19 dengan ancaman hukuman satu tahun penjara atau denda 100 juta.
 
"Sementara ini karena ancaman hukuman setahun, kita tidak lakukan penahanan," kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji, Jumat.
 
Meski tidak ditahan, kata Irsan, tersangka diwajibkan untuk melapor sebanyak dua kali dalam sepekan.
 
"Kalau aktivitas secara personal, sah-sah saja kan, tapi wajib lapor dua kali dalam seminggu," katanya.
 
Irsan mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan penyelidikan kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus pesta kolam yang digelar beberapa waktu lalu.
 
Selain itu, Propam Polrestabes Medan juga tengah memeriksa kemungkinan keterlibatan polsek setempat.
 
"Kapolseknya juga diambil keterangan oleh pihak Propam," katanya.
 
Baca juga: DPR ingatkan ada Maklumat Kapolri jika protkes pilkada dilanggar

Sebelumnya, Manajer Umum (General Manager) Hairos Waterpark berinisial ES ditetapkan sebagai tersangka pelanggar protokol kesehatan oleh penyidik Polrestabes Medan.
 
Penetapan tersangka ini merupakan buntut penyelenggaraan pesta kolam oleh Hairos Waterpark yang digelar beberapa waktu lalu.
 
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 2.800 orang karena pihak manajemen tidak memberlakukan pembatasan terhadap para pengunjung.
 
Dari hasil penyelidikan, kegiatan itu juga tidak memiliki surat ijin dari gugus tugas COVID-19 setempat.

Baca juga: Delapan kafe di Jaktim ditutup karena layani konsumen di tempat

Baca juga: Anggota DPR: Ketaatan semua pihak adalah kunci sukses pilkada langsung

Baca juga: Apkasi dukung perumusan protokol Pilkada Serentak 2020

Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar