IPB University anugerahi Doni Monardo gelar Doktor Honoris Causa

id IPB University,Doni Monardo,Doktor Honoris Causa

IPB University anugerahi Doni Monardo gelar Doktor Honoris Causa

Kepala BNPB Doni Monardo (ANTARA/HO.BNPB)

Jakarta (ANTARA) - IPB University segera menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

"Pengabdian dan jasa beliau yang luar biasa bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, pendidikan, pembangunan pertanian dalam arti luas serta kemanusiaan akan menjadi inspirasi bagi kita semua," kata Rektor IPB University Prof. Arif Satria dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IPB Diaspora Network diresmikan percepat revolusi industr 4.0

Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa (20/10).

Sesuai Peraturan Senat Akademik IPB Nomor 05/2015 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan di Lingkungan IPB, Letjen TNI Doni Monardo dinilai pantas untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi yang luar biasa dalam bidang IPTEKS, serta atas pengabdian dan jasanya yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas dan kemanusiaan.

Baca juga: IPB University gandeng universitas Ukraina bermitra pertukaran civitas

Dalam perjalanan kariernya, Doni Monardo senantiasa memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan pengembangan dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.

Dalam berbagai penugasan, baik saat mulai bertugas di Aceh, kemudian Danrem 061/Surya Kencana Bogor, selanjutnya sebagai Danjen Kopasus, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam III/Siliwangi, Sesjen Wantannas dan kini Kepala BNPB, diperoleh fakta yang kuat bahwa Doni Monardo senantiasa berperan nyata dalam meningkatkan dan mengembalikan kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia.

Baca juga: Dosen IPB: UU Ciptaker potensi bantu ketahanan pangan masyarakat adat

Paling tidak terdapat lima rangkaian kegiatan aksi yang dinilai luar biasa yakni, pertama membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan ketrampilan.

Kedua, memobilisasi sumber daya (resource mobilization) dan membangun jaring kerja kolaborasi (pentahelix). Ketiga, memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem, keempat, membangun kolaborasi penegakan hukum dan kelima, melakukan advokasi kebijakan.

Baca juga: IPB University ajak masyarakat lakukan "revolusi meja makan"

Kelima kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan, terutama karena adanya kepemimpinan lingkungan yang kuat dan menonjol pada Letjen TNI Doni Monardo, ujar Arif Satria berharap.

#satgascovid19

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar