Ekonom IPB University: Kawal merger bank syariah

id merger bank syariah, FEM IPB, BPKH, BUMN

Ekonom IPB University: Kawal merger bank syariah

Pakar ekonomi IPB University Mukhamad Najib. (IPB University)

Jakarta (ANTARA) - Pakar ekonomi IPB University, Mukhamad Najib mengingatkan pentingnya mengawal merger tiga bank syariah, sehingga tujuan memperkuat ekonomi keumatan dapat berjalan sesuai rencana.

"Merger harus dipastikan bisa menaikkan market share bank syariah di industri perbankan nasional," kata Najib dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Pakar apresiasi merger tiga bank syariah BUMN

Baca juga: Merger tiga bank syariah perlu kebijakan afirmatif


Belum lama ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memfasilitasi merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah.

Menurut Najib, kebijakan tersebut baik untuk meningkatkan modal dan aset, sehingga Indonesia punya bank syariah yang besar.

Najib berpendapat merger memang diperlukan jika bertujuan menguatkan permodalan, aset syariah dan menguatkan kekuatan ekspansi.

"Saat ini kita memiliki bank syariah dengan aset yang relatif kecil, dengan merger tentu modal dan asetnya menjadi jauh lebih besar. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, diharapkan akan memudahkan bank syariah yang baru untuk melakukan ekspansi pasar yang lebih luas," katanya.

Baca juga: Pakar: Merger bank syariah BUMN optimalkan pasar ekonomi syariah

Baca juga: Pakar IPB: "blockshain" bisa dikembangkan pada industri sawit


Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi dampak merger, yaitu munculnya pengangguran baru dari karyawan tiga bank syariah BUMN tersebut.

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar