Kepri dorong Pemkot Batam miliki tes usap lantatur

id Tes covid lantatur, tes covid drive thru batam

Kepri dorong Pemkot Batam miliki tes usap lantatur

Pjs Gubernur Kepri memotong pita pelayanan tes COVID-19 secara layanan tanpa turun (lantatur) di Kota Batam Kepri, Senin (26/10/2020). ANTARA/Yunianti Jannatun Naim/am.

Batam (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong Pemerintah Kota Batam memiliki tes usap (swab PCR) dengan layanan tanpa turun (lantatur/drive thru) sendiri untuk membantu warga setempat.

"Saya minta Pemkot Batam menduplikasi kegiatan ini dan mendukungnya. Supaya bisa dibuka di beberapa tempat," kata Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar saat meresmikan tes COVID-19 lantatur di Batam, Senin.

Menurut dia, saat pandemi seperti saat ini, banyak masyarakat yang hendak memastikan kesehatannya, namun khawatir apabila harus menjalani tes usap di rumah sakit. Karena itu perlu ada pemeriksaan lantatur.

Dengan layanan itu, masyarakat tidak perlu berlama-lama menghabiskan waktu untuk ke rumah sakit. Hanya di dalam mobil saja.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Batam bertambah 140 dan 34 sembuh

Baca juga: Rusun BP Batam disiapkan sebagai lokasi isolasi positif COVID-19


Dalam kesempatan itu, Pjs Gubernur juga mendesak Pemerintah Kota Batam untuk mendirikan laboratorium.

"Batam daerah kaya. Anggarannya hampir Rp3 triliun. Hampir sama dengan provinsi. Sayangnya tidak ada laboratorium PCR," kata dia.

Pemerintah daerah harus memiliki laboratorium, supaya hasil pemeriksaan PCR bisa lebih cepat. Tidak musti menunggu beberapa hari.

"Kita pemerintah harus punya. Masak bikin laboratorium enggak bisa," kata dia.

Ia juga mendorong penambahan alat bantu pernafasan di rumah sakit, untuk membantu warga positif COVID-19 yang kesulitan bernafas.

"Kalau di rumah sakit cuma ada satu, yang butuh tiga orang, bayangkan yang dua jadi apa," kata dia.*

Baca juga: Resepsi pernikahan "drive thru" jadi solusi di tengah pandemi

Baca juga: Itenas gelar lantatur tes cepat COVID-19 untuk 800 orang

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar