Nenek Sumirah dapat bantuan pangan dan uang dari Presiden Jokowi

id nenek sumirah kediri,nenek sumirah viral,kediri hari ini,pemkot kediri

Staf Presiden Joko Widodo saat menyerahkan bantuan kepada Nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (26/10/2020). ANTARA Jatim/ Ach

Kediri (ANTARA) - Nenek Sumirah (78), warga Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, Jawa Timur, yang termasuk warga miskin di kota ini mendapatkan bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa bahan pokok dan sejumlah uang.

Bantuan tersebut diberikan oleh staf Presiden, yakni Heru dan Adun. Keduanya datang langsung dari Jakarta ke Kediri guna bertemu Nenek Sumirah yang sempat viral di media sosial karena kondisinya.

"Kedatangan tim Kepresidenan untuk cek rumah nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul. Kami mengantar saja dan beliau tadi langsung (memberi bantuan) disaksikan oleh RT," kata Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polresta Kediri AKP Kristin Kusuma Ratih ditemui di rumah Nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin.

Baca juga: Pemerintah ringankan beban rakyat akibat pandemi lewat banyak bantuan

AKP Kristin mengatakan bantuan yang diberikan kepada nenek Sumirah tersebut dari Presiden Jokowi. Selain uang, juga terdapat paket bahan pokok serta mukena untuk shalat. Bantuan langsung diterima oleh Nenek Sumirah di rumahnya.

Lebih lanjut, Kristin mengatakan staf Presiden Jokowi mengetahui kabar terkait kondisi nenek Sumirah dari jejaring sosial. Mereka ingin memastikan kebenaran informasi itu, sehingga datang langsung ke Kota Kediri. Beliau tadi mengaku dapat informasi dari media sosial, lalu dicek kebenarannya. Alhamdulillah tadi dari RT, perangkat kelurahan, dinas sosial juga sudah banyak memberikan informasi tentang nenek Sumirah," kata Kristin.

Ia mengatakan sebenarnya secara fisik nenek Sumirah sehat, namun karena faktor usia, sudah mulai pikun. Untuk itu, relawan tetap mendampingi. "Tadi pesannya tetap dampingi mbah Sumirah karena usia. Sudah 'diwanti-wanti' (diberi pesan) juga tidak boleh keluyuran dan semua kebutuhan dicukupi tim," kata Kristin.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 03, Lingkungan Bandar Ngalim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri Muh Subkan mengatakan sebenarnya warga di lingkungan selalu memberikan perhatian kepada keluarga nenek Sumirah.

"BLT (bantuan langsung tunai) juga dapat. Bantuan lain juga dapat, dia pensiunan. Sebenarnya (pensiunan) tidak boleh dapat BLT, jadi dapat karena kemanusiaan. Dari dinas sosial semua," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan bantuan modal kerja jangan untuk beli ponsel

Baca juga: Presiden Jokowi dialog dengan usaha kecil yang bangkrut akibat pandemi


Ia mengatakan di rumah nenek Sumirah tinggal dengan dua anaknya. Satu anak dibawa petugas untuk dirawat karena termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sedangkan satunya lagi di rumah, tapi yang bersangkutan juga menderita sakit.

Ia juga selalu mengingatkan kepada nenek Sumirah agar memanfaatkan uangnya sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari-hari, sebab setiap kali mendapatkan uang selalu habis tanpa diketahui kemana. Selain itu, anaknya yang laki-laki juga belum bekerja, sehingga untuk kebutuhan keluarga mengandalkan uang pensiun yang diperoleh ibunya.

Sementara itu, nenek Sumirah mengaku sangat senang bisa mendapatkan bantuan dari Presiden Jokowi tersebut. Bantuan itu akan digunakan sebaik-baiknya. "Terima kasih Pak Jokowi bantuannya," kata Nenek Sumirah singkat.

Sementara itu, staf Presiden Jokowi sempat meninjau ke dalam rumah nenek Sumirah dan melihat langsung kondisi rumahnya. Setelah itu, mereka berdialog dengan perangkat kelurahan, relawan, serta anggota polisi yang berada di rumah nenek Sumirah. Namun, staf Presiden enggan untuk dikonfirmasi.

Baca juga: Presiden Jokowi: Usaha mikro jangan sampai tutup

Baca juga: Presiden: Pastikan skema jaring perlindungan sosial berjalan efektif


Sementara itu, Pemkot Kediri juga terus memantau kondisi keluarga nenek Sumirah. Pemkot juga kembali mendata keluarga guna keperluan administrasi, sebab data keluarga ternyata tidak diketahui keberadaannya, termasuk KTP. Selain itu, pemkot juga telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan kepesertaan nenek Sumirah sekeluarga.

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar