Mendes PDTT beri ruang improvisasi wujudkan kemandirian desa

id Mendes PDTT, Menteri Desa,Kemandirian Desa,Improvisasi Desa

Mendes PDTT beri ruang improvisasi wujudkan kemandirian desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, pada saat memberikan pengarahan kepada para kepala desa, dan perangkat desa, di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (27/11/2020). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar memberikan ruang untuk improvisasi bagi seluruh pemangku kepentingan desa untuk mewujudkan kemandirian desa.

"Improvisasi yang dimaksud adalah, memberikan ruang seluas-luasnya bagi kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat desa untuk mencapai target tertentu dengan menggunakan segala sumber daya dan potensi yang ada pada masing-masing desa," katanya dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

"Misalnya, untuk menuju desa tanpa kemiskinan, silahkan desa-desa ini berimprovisasi," tambahnya.

Namun, kata dia, sebelum para pemangku kepentingan di desa tersebut melakukan improvisasi, perlu dilakukan perumusan sektor-sektor apa saja yang menjadi prioritas, dan apa saja langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mencapai hal tersebut.

Menurut dia improvisasi tersebut bertujuan agar dalam upaya untuk mewujudkan kemandirian desa, harus sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa, dan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi desa.

"Yang penting adalah perumusan itu dahulu, mana yang menjadi prioritas. Kemudian, lakukan segala sesuatunya untuk bergerak menuju target, dengan menggunakan sumber potensi yang ada," katanya.

Mendes PDTT mengingatkan dalam hal pemanfaatan Dana Desa (DD), ada dua hal yang harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan yang ada. Pertama, adalah terkait dengan pertumbuhan ekonomi, dan yang kedua adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Dana Desa itu fokus pada suport pertumbuhan ekonomi, kedua peningkatan SDM, itu yang disebut dengan kemandirian desa," katanya

Dengan fokus pada upaya untuk mewujudkan kemandirian desa, lanjut Halim, keberadaan para pendamping desa juga penting. Terlebih, dengan adanya sistem informasi desa terpadu, peran pendamping desa cukup dibutuhkan oleh masyarakat.

Pada 2021, pihaknya tidak akan melakukan rekrutmen pendamping desa baru, namun akan fokus pada peningkatan kapasitas. Halim menambahkan, kemampuan para pendamping desa juga perlu untuk ditingkatkan mengingat ada berbagai tantangan kedepannya.

"Pendamping desa masih sangat dibutuhkan. Saya juga akan fokus meningkatkan kapasitas SDM para pendamping desa tersebut," demikian Abdul Halim Iskandar.

Baca juga: Menteri Desa : Program Desa Mandiri Kalbar bisa menjadi percontohan

Baca juga: Kemendes PDTT dorong Malut miliki desa mandiri

Baca juga: Wamendes-PDTT berharap Sulut miliki 100-150 desa mandiri


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar