Pertambahan kasus COVID-19 Jakarta sebanyak 2.461 pada Senin

id Corona,COVID-19,DKI Jakarta,Pasien Positif,Pasien Sembuh

Pertambahan kasus COVID-19 Jakarta sebanyak 2.461 pada Senin

Petugas kesehatan melakukan tes cepat antigen COVID-19 kepada keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum menyerahkan data ante mortem guna keperluan identifikasi di RS Polri, Jakarta, Senin (11/1/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat kasus positif COVID-19 di Jakarta pada hari Senin (11/1) mencapai 208.583 kasus setelah adanya pertambahan sebanyak 2.461 orang dari jumlah sebelumnya 206.122 kasus.

Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, Senin, menunjukkan bahwa penambahan 2.461 kasus itu, merupakan hasil dari pemeriksaan gabungan antara pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Minggu (10/1) dengan jumlah 2.056 kasus positif, dan sebanyak 405 kasus lainnya berasal dari dua laboratorium RS swasta tanggal 5-6 Januari 2021 yang baru dilaporkan.

Baca juga: Wagub: DKI siap untuk vaksinasi tahap pertama

Pada tes PCR 10 Januari 2021 itu, dilakukan tes pada 10.925 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.225 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.056 positif dan 7.169 negatif.

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.461 kasus pada hari Senin ini, lebih tinggi dibanding penambahan pada Kamis (7/1) sebanyak 2.398 kasus, pada Rabu (6/1) sebanyak 2.402 kasus, pada Selasa (5/1) sebanyak 1.824 orang, dan pada Senin (4/1) sebanyak 1.832 kasus.

Akan tetapi penambahan sebanyak 2.461 kasus pada hari Senin ini, di bawah penambahan kasus
pada Minggu (10/1) sebanyak 2.711 kasus, pada Sabtu (9/1) sebanyak 2.753 kasus, dan pada Jumat (8/1) sebanyak 2.959 kasus yang merupakan pemegang rekor kasus tertinggi selama pandemi COVID-19.

Baca juga: Kapolda dan Pangdam Jaya ingatkan warga bersama-sama lawan COVID-19

Dengan melihat data yang ada, penambahan 2.711 kasus pada hari Minggu (10/1), yang menjadi penambahan terbanyak ketiga selama pandemi, setelah rekor penambahan saat ini sebanyak 2.959 kasus yang dicatatkan pada Jumat (8/1), dan penambahan pada Sabtu (9/1) sebanyak 2.753 kasus, memiliki nilai tertinggi dalam kategori kasus baru hasil tes harian.

Karena, penambahan 2.711 kasus pada hari Minggu ini adalah hasil dari pemeriksaan pada Sabtu (9/1) dengan jumlah 2.492 kasus dan 219 kasus lainnya dari dua laboratorium RS Swasta, tanggal 6-8 Januari 2021.

Sementara penambahan pada Sabtu (9/1) sebanyak 2.753 kasus adalah hasil pemeriksaan pada Jumat (8/1) lalu dengan jumlah 2.424 kasus positif dan sebanyak 329 kasus lainnya berasal dari dua laboratorium RS swasta tujuh hari sebelumnya.

Baca juga: NU Jakarta libatkan remaja masjid salurkan ribuan masker di Jaktim

Sedangkan penambahan 2.959 kasus pada Jumat (8/1) lalu, merupakan hasil dari pemeriksaan gabungan antara pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Kamis (7/1) dengan jumlah 2.204 kasus positif dan sebanyak 755 kasus lainnya berasal dari dua laboratorium swasta dan satu lab RS BUMN tujuh hari sebelumnya.

Dari pertambahan pasien sembuh paparan COVID-19 di Jakarta pada Senin ini, mencapai 2.510 orang yang menyebabkan total pasien sembuh naik dari 184.576 orang, menjadi 187.086 orang.

Angka total pasien sembuh sebanyak 187.086 orang tersebut, adalah sekitar 89,7 persen (naik dari sebelumnya 89,5 persen) dari jumlah kasus positif sebanyak 208.583 kasus.

Adapun di dalam jumlah total kasus positif sebanyak 208.583 kasus tersebut, sebanyak 17.946 orang (turun 83 dari sebelumnya 18.029 orang) merupakan kasus aktif yang masih dirawat/diisolasi. Kemudian 3.551 orang (bertambah 34 dibanding sebelumnya 3.517 orang) meninggal dunia, atau senilai 1,7 persen (sama seperti sebelumnya) dari total kasus positif.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Senin ini, tercatat di angka 13,4 persen (naik dari sebelumnya 12,7 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Minggu ini, adalah sebesar 9,1 persen (sama seperti sebelumnya).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar