Banjir, dominasi peristiwa bencana di Aceh awal 2021

id Aceh,COVID-19,Pemprov Aceh,Banjir,Banjir Bandang,Virus Corona,BPBA,Banjir 2021 Aceh

Banjir, dominasi peristiwa bencana di Aceh awal 2021

Babinsa TNI Kodim 0103 Aceh Utara membantu evakuasi korban banjir di Desa Hasan Kareung, Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (5/12/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan banjir menjadi bencana yang paling dominan terjadi di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu sepanjang 2021, yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Tercatat 44 kali kejadian bencana di Aceh sepanjang bulan Januari 2021, dan yang paling dominan bencana banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas dalam keterangan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Banda Aceh, Senin.

Pusdatin BPBA mencatat peristiwa banjir sebanyak 18 kali kejadian, termasuk sekali banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah. Kemudian 11 kali longsor dan sembilan kali kebakaran pemukiman di Bener Meriah, Langsa, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara.

Selanjutnya, dua kali kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Banda Aceh dan Aceh Selatan, tiga kali peristiwa angin puting beliung di Sabang dan Lhokseumawe serta satu kali banjir dan longsor di Aceh Utara.

Baca juga: Banjir bandang merusak tujuh rumah warga di Bener Meriah, Aceh

Baca juga: BMKG ingatkan sebagian Aceh masih dilanda cuaca ekstrem


Akibat bencana itu total warga yang terdampak sebanyak 17.632 jiwa dari 4.591 kepala keluarga (KK), dengan kerugian ditaksir sekitar Rp9,5 miliar, katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar memperkirakan beberapa wilayah Tanah Rencong itu masih terjadi hujan ringan hingga deras selama beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad mengatakan peringatan dini itu dikeluarkan mengingat adanya belokan angin di sekitar wilayah Aceh dan pusaran angin di bagian Barat Aceh.

“Yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Aceh. Kondisi ini dapat mengakibatkan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat,” kata Zakaria.

Beberapa daerah yang berpotensi curah hujan tinggi seperti Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara dan Pidie Jaya di wilayah Timur Aceh. Kemudian wilayah Tengah terdapat Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Selanjutnya, wilayah Barat Selatan Aceh terdapat Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Barat, serta daerah ibukota Banda Aceh dan Aceh Besar. Oleh sebab itu warga diminta untuk terus waspada terhadap bencana tanah longsor dan banjir.*

Baca juga: Banjir kembali meluas di Aceh Timur akibat hujan deras

Baca juga: Walhi: Kerugian akibat bencana ekologi di Aceh capai Rp1,3 triliun

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar