Warga terdampak banjir di Banjarmasin Senin bertambah jadi 51.000 jiwa

id Korban banjir di kota Banjarmasin, banjir di kota Banjarmasin, Pemkot Banjarmasin

Warga terdampak banjir di Banjarmasin Senin bertambah jadi 51.000 jiwa

BPBD Kota Banjarmasin saat mengevakuasi korban banjir yang sakit untuk dibawa ketempat aman.(Antaranews Kalsel/Humas Pemkot Banjarmasin)

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan merilis jumlah warga terdampak banjir di hari kelima atau Senin ini bertambah menjadi 51.000 jiwa yang meliputi sekitar 15.909 kepala keluarga (KK).

Pada hari sebelumnya, atau hari keempat (17/1) musibah banjir melanda ibu kota provinsi Kalsel ini, jumlah warga trdampak sekitar 47.000 jiwa yang meliputi 14.785 KK, di mana yang terpaksa mengungsi sebanyak 646 KK atau 1.371 jiwa.

Sementara Senin ini, menurut Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina di Balaikota Banjarmasin, Senin, warga terdampak banjir yang terpaksa mengungsi ke tempat aman menjadi 771 KK atau 1.821 jiwa di lima kecamatan.

Baca juga: Ratusan rumah hilang akibat banjir di Hulu Sungai Tengah, Kalsel

Menyikapi potensi jumlah korban banjir yang akan meningkat terus ini, kata Ibnu Sina didampingi Wakil Wali Kota Banjarmasin H Hermansyah, pemerintah kota menyiapkan dana untuk penanganan status tanggap darurat bencana banjir ini.

"Kami sepakat menggelontorkan dana bantuan tidak terduga untuk membantu masyarakat sebesar Rp14 miliar," ujarnya.

Menurut dia, dana tersebut, selain untuk keperluan harian masyarakat terdampak banjir, juga akan dipergunakan untuk keperluan logistik instansi terkait yang menangani bencana tersebut, seperti pengadaan perahu karet, jas hujan dan sepatu boots.

Baca juga: Bantuan presiden disalurkan untuk warga terdampak banjir di Kalsel

Baca juga: Presiden memantau dari atas jembatan di tengah banjir di Kalsel

Dia meminta seluruh instansi terkait dalam penanganan bencana banjir ini untuk proaktif dan bersama-sama bertanggung jawab.

"Tidak perlu lagi saling dorong mendorong, karena ini yang diperlukan adalah kecepatan, kalau lambat, kita pasti akan lewat masanya dan pasti masyarakat akan protes terus kalau kita tidak berinisiatif lebih proaktif mengambil peran sesuai dengan tugas masing-masing," capnya.

Dari pantauan di lapangan, banjir sudah menggenangi cukup dalam hingga di jalan protokol A Yani, sehingga banyak sepeda motor yang mogok saat melewatinya.

Baca juga: Banjir di Banjarmasin hari ketiga makin naik meski tidak hujan

Baca juga: Presiden: Segera kirim bantuan untuk korban banjir di Kalsel


Pewarta : Sukarli
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar