Kejati Sumut sebut tahap pemberkasan korupsi di Puskesmas Glugur Darat

id berita sumut,kejati sumut korupsi di puskesmas glugur, berita medan terkini,kejati sumut korupsi di puskesmas glugur darat medan pemberkasan,korupsi

Kejati Sumut sebut tahap pemberkasan korupsi di Puskesmas Glugur Darat

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian. ANTARA/Munawar.

Medan (ANTARA) - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Sumatera Utara (Sumut) saat ini melakukan tahap pemberkasan perkara tersangka EW, Bendahara Puskesmas Glugur Darat Kota Medan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana kapitasi JKN Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp2.789.533.186.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut Sumanggar Siagian, dikonfirmasi di Medan, Rabu, mengatakan dalam kasus korupsi tersebut, sejumlah saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan di Kejari Medan.

"Saksi tersebut yakni Kepala Puskesmas Glugur Darat Kota Medan dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan," ujar Sumanggar, mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu pula.

Sebelumnya, Penyidik Pidana Khusus Kejari Medan telah menetapkan EW, Bendahara Puskesmas Glugur Darat Kota Medan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana kapitasi JKN Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp2.789.533.186.

"Kejari Medan telah meningkatkan status kasus korupsi dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke tahap penyidikan," kata Kepala Kejari Medan Teuku Rahmatsyah diwakili Kasi Intel Bondan Subrata, dalam pertemuan dengan wartawan, di Medan, Jumat (19/2).

Bondan menyebutkan, EW, pejabat di Puskesmas Glugur Darat ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: 02/L.2.10/Fd.2/01/2021 tanggal 4 Februari 2021.

Setelah penyidik selesai melengkapi berkas perkara tersangka tersebut segera akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.
Baca juga: Polisi Mimika cekal tersangka korupsi BOK Puskesmas Wania
Baca juga: Polres Mimika masih tunggu BPKP audit korupsi BOK Puskesmas Wania

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar