Pemkab Gresik luncurkan aplikasi pengaduan jalan rusak

id Aplikasi New Apalan, aplikasi perbaikan jalan, perbaikan jalan,Bupati Gresik,Aplikasi Gresik

Pemkab Gresik luncurkan aplikasi pengaduan jalan rusak

Peluncuran aplikasi New Apalan di Gresik. ANTARA/HO-Pemkab Gresik.

Gresik, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur meluncurkan aplikasi pengaduan perbaikan jalan, tujuannya untuk lebih mengoptimalkan pemeliharaan dan perbaikan jalan di wilayah setempat, dengan nama "New Apalan".

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani di Gresik, Selasa mengatakan, aplikasi sudah dapat diunduh di google play store, dan sejatinya telah ada sejak tahun 2017, namun diperbarui agar memaksimalkan pengaduan masyarakat terhadap jalan di wilayah itu.

"Untuk lebih mengefektifkan kinerja tim Unit reaksi Cepat Bina Marga (URC Bima), kami melakukan perbaikan. Dan kinerjanya bisa berdasarkan laporan masyarakat melalui aplikasi Apalan ini," katanya.

Gus Yani, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani menginginkan aplikasi ini tidak hanya sebatas seremonial, namun bisa digerakkan dapat lebih responsif.

"Begitu ada laporan via Apalan, tim ini harus lebih siap dan cepat bergerak," kata Gus Yani, kepada wartawan.

Baca juga: Jalan akses ke makam wali Sunan Giri di Gresik-Jatim longsor

Gus Yani berjanji, untuk lebih efektif pelayanan perbaikan jalan, pihaknya akan menambah personel tim URC Bima dari jumlah yang ada saat ini.

"Agar ada langkah cepat dan lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Pada perubahan anggaran keuangan atau PAK nanti kami akan menambah anggaran, personel dan zona cakupan. Masyarakat sudah menunggu kinerja tim ini. Kami memang betul-betul konsentrasi terhadap infrastruktur," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Gunawan Setijadi mengatakan, optimalisasi aplikasi dan kinerja URC Bima akan meningkatkan responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait perbaikan jalan.

"Kami berharap langkah kami ini bisa meminimalisir laka lantas yang diakibatkan oleh kerusakan jalan. Misalnya ada jalan berlubang, kalau masyarakat segera melaporkan via aplikasi secara lengkap beserta foto dan lain-lain, kami bisa segera menindaklanjuti.” Katanya.

Ia mengatakan, untuk saat ini Dinas PU dan Tata Ruang masih mempunyai tujuh kelompok URC Bima, yaitu tim URC utara, URC Selatan, URC Tengah, URC Kota, URC Bawean Barat dan URC Bawean Timur.

"Dengan rencana tambahan personel, diharapkan bisa mempercepat kinerja tim," katanya.

Baca juga: Hati-hati, jalan nasional Gresik-Surabaya berlumpur usai hujan
Baca juga: Wali kota nyatakan Malang-Jatim darurat jalan berlubang dan rusak

 

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar