Kota Denpasar jadi tuan rumah GMAEA

id Pemkot Denpasar, GMAEA,Kemenparekraf, UMKM

Kota Denpasar jadi tuan rumah GMAEA

Kota Denpasar jadi tuhan rumah GMAEA (Foto ANTARA/I Komang Suparta/I020/Ist/2021)

Denpasar (ANTARA) - Kota Denpasar menjadi tuan rumah Hybrid Fashion Show dan Award Ceremony 2021 serangkaian Global Medical Aesthetic Exchange Association (GMAEA) di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sambutan melalui virtual, Jumat, mengatakan Bali adalah pulau yang paling indah di dunia, yang bukan hanya terkenal karena keindahannya, tetapi juga karena budayanya. Kain endek Bali merupakan salah satu contoh hasil karya dari pengrajin seni Bali.

Ia mengatakan di samping Christian Dior memakai kain endek Bali sebagai koleksi desain busana di musim panas dan musim semi. "Mereka menggunakan sembilan motif kain endek Bali sebagai desain seperti pakaian yang berkolaborasi dengan duta besar Indonesia di Paris untuk lebih memperkenalkan kebudayaan Bali di dunia luar.

Baca juga: Menparekraf berdialog dengan pelaku pariwisata Malang Raya

Ia berharap kegiatan diadakan di DNA Denpasar menyediakan tempat pengrajin lokal untuk lebih produktif menciptakan hasil karya yang memukau penggemar fesyen di luar negeri. Hal ini sekaligus menjadi peluang mempromosikan pengrajin lokal.

Kegiatan yang telah dilakukan untuk kedua kalinya ini, menunjukkan bahwa Bali siap untuk menjadi tuan rumah even berskala nasional ataupun internasional.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi kegiatan tersebut, hal ini disampaikan dalam sambutan secara vitual. Menurutnya pelaksanaan GMAEA sebagai asosiasi pengembangan bidang estetika medis serta industri mode dan kecantikan, yang berpusat di Korea Selatan yang diikuti lima negara yakni Korea Selatan, Tiongkok, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Pada tahun 2020 telah sukses yang dilaksanakan secara Hybrid di Bali.

Pada tahun 2021 GMAEA kembali digelar melalui "Hybrid event", yakni peragaan busana, pameran, musik dan malam penghargaan di NDA, Karena gedung tersebut merupakan pusat kreativitas masyarakat Kota Denpasar.

Jaya Negara lebih lanjut mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi alternatif di tengah situasi pandemi dan menjadi ajang promosi bagi IKM/UKM Kota Denpasar ke tingkat internasional.

Baca juga: Sandiaga berharap MES dan ECTEXPO 2021 bisa menggerakkan sektor UMKM

"Kami berharap kegiatan ini juga memberikan ruang bagi desainer lokal agar tetap bisa berkarya mengangkat potensi unggulan budaya Kota Denpasar khususnya Bali umumnya," ucap Jaya Negara.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi bagi karya desainer Kota Denpasar serta karya-karya rancangan lokal bisa go internasional.

"Saya juga berharap ajang ini mampu memotivasi para perancang busana lokal untuk menghasilkan karya inovatif terbaik yang mengangkat branding Bali," ucapnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara juga memberikan apresiasi atas pagelaran Hybrid Fashion Show dan Award Ceremony 2021 ini serangkian GMAEA.

Menurut dia, Dekranasda Kota Denpasar selalu siap dan berusaha untuk membantu industri kecil menengah (IKM) serta wirausaha dalam pengembangan usaha dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia IKM. Mempromosikan keindahan produk- produk kerajinan hasil karya lokal Bali merupakan target yang menjadi fokus kami .

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan keindahan produk produk kerajinan serta desain-desain hasil karya dari para desainer fesyen Kota Denpasar melalui Hybrid Fashion Show 2021

"Kami menyambut baik acara GMAEA yang diselenggarakan secara virtual dan harapan kami dapat menjadi wadah untuk para desainer, para peguiat seni lokal Bali dan Nasional untuk menunjukkan bakat serta karya karya terbaiknya ditingkat internasional," kata Sagung Antari.

Ia mengatakan besarnya potensi yang dimiliki Kota Denpasar di bidang industri pakaian jadi sangatlah tepat kegiatan Hybrid Fashion Show 2021 ini diikuti. Sehingga kegiatan itu sebagai salah satu media promosi yang sangat tepat saat pandemi COVID-19.

Tentunya akan membawa dampak yang sangat positif untuk para pegiat seni Bali pada masa pandemi seperti saat ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Representatif GMAEA Indonesia, l Putu Gede Wiwin Gunawasika mengatakan GMAEA (Global Medical Aesthetic Exchange Association) berpusat di Seoul, Korea Selatan.

Kegiatan ini merupakan sebuah asosiasi dengan tujuan untuk mengembangkan bidang estetika medis serta industri mode dan kecantikan. Dalam acara ini ada peragaan busana dan pemberian penghargaan secara hybrid dan kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube, Facebook, dan platform lainnya.

Dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beserta Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, Representatif GMAEA Indonesia yakin bahwa acara ini dapat memajukan nama Bali serta mempromosikan kearifan lokal dan ekonomi kreatif di jenjang internasional. Acara ini juga merupakan peluang yang besar untuk pemulihan pariwisata Bali pasca pandemi COVID-19.

Baca juga: Menparekraf pastikan prokes di zona hijau Bali diterapkan secara ketat
Baca juga: Sandiaga harap Bali Millionaire Race tingkatkan kesiapan Bali
Baca juga: Menparekraf: Wisatawan ke Bali meningkat, tembus 8.000 per hari


 

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar