Polda NTB tangkap penyelundup setengah kilogram sabu dari Batam

id otak penyelundup,penyelundupan sabu,polda ntb,sabu batam

Polda NTB tangkap penyelundup setengah kilogram sabu dari Batam

Polisi menghadirkan empat pelaku yang terlibat dalam kasus penyelundupan sabu dari Batam beserta barang bukti sabu dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Senin (24/5/2021). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (ANTARA) - Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menangkap seorang pria terduga otak penyelundupan setengah kilogram sabu dari Batam, Kepulauan Riau.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Mataram, Senin, mengatakan, pria terduga otak penyelundupan ini berinisial HJ, pria asal Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

"Dari hasil penyelidikan, HJ yang kami duga sebagai penghubung transaksi pembelian sabu di Batam. Dia yang mengatur periode pengiriman sabu ke pemesan di Lombok," kata Helmi.

Baca juga: Polda NTB ringkus dua pemuda selundupkan sabu dari Batam

Terungkapnya peran HJ, jelasnya, bagian dari tindak lanjut hasil interogasi kedua kurir yang tertangkap membawa sabu dalam dubur dari Batam.

Kedua kurir tersebut berinisial berinisial MY (23) dan ZA (20), warga Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Mereka diringkus ketika keluar dari kapal penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat (21/5) dini hari.

Baca juga: Polda NTB gagalkan penyelundupan 2 ons sabu-sabu asal Batam

Selain HJ, lanjutnya, kepolisian turut menangkap HA, anak buah HJ yang rencananya akan menerima secara estafet sabu dari kedua kurir di Kabupaten Lombok Timur.

"Jadi setelah terima barang dari mereka (MY dan ZA) di Lombok Timur, HA rencananya akan mengantarkan sabu ke Pulau Sumbawa," ujarnya.

Ia mengatakan status kedua pelaku tambahan dalam kasus ini, yakni HJ dan HA telah diamankan di Mapolda NTB. Pemeriksaannya masih terus berjalan.

Baca juga: Polda NTB tangkap empat pengedar sabu-sabu di Ampenan

Dari hasil sementara, keduanya kini terancam melanggar pidana Pasal 132 Ayat 1 Juncto Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar