Rektor: Pendidikan abad 21 tidak hanya bersandar pada pengetahuan

id UNJ,pendidikan abad 21

Rektor: Pendidikan abad 21 tidak hanya bersandar pada pengetahuan

Penyerahan penghargaan MURI pada UNJ atas pelaksanaan International Conference of Physical Education and Sports Science ke-6 (6 th  Virtual ICPESS 2021) di Jakarta, Kamis (10/6/2021). (ANTARA/HO- Humas UNJ)

Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Komarudin mengatakan pendidikan abad 21 tidak hanya bersandar pada pengetahuan tetapi juga keterampilan.

"Pendidikan di abad 21 bersandar pada empat elemen utama yaitu sikap kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya berbasis pengetahuan, tapi juga keterampilan,” ujar Komarudin dalam keterangan tertulisnya pada pembukaan Virtual International Conference of Physical Education and Sports Science ke-6 (6 th Virtual ICPESS 2021) di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan konferensi itu melahirkan ide yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di bidang keolahragaan dan sains olahraga.

ICPESS ke-6 menghadirkan sebanyak 76 pembicara terbaik dari 37 negara dari lima benua. Tema yang diangkat pada ICPESS tersebut yakni “Active Living Through Exercise and Sports Science: Future Trend For Global Creativity and Sustainability”.

Dia menjelaskan dasar dari tema tersebut yaitu untuk mendukung 17 United Nation Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ketiga yakni kesehatan yang baik dan pendidikan berkualitas.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan ICPESS mendukung tataran “kehidupan baru, new normal” dalam rangka “Kebangkitan Olahraga Nasional, Raih Prestasi Dunia”. Hal itu tidak terlepas dari unsur penting olahraga sebagai instrumen menyehatkan kehidupan bermasyarakat.

“Olahraga juga merupakan produk sosial dan budaya yang memiliki makna nyata bagi individu, komunitas, dan masyarakat. Melalui olahraga terbentuklah masyarakat sehat dan sportivitas,” katanya.

Baca juga: UNJ targetkan peningkatan penelitian dan pengabdian masyarakat

Zainudin juga menegaskan pentingnya sains olahraga sebagai unsur penting dalam perkembangan olahraga.

Hal itu juga akan memperkuat posisi prestasi Indonesia dalam kompetisi di dunia internasional.

Ia juga mengharapkan pemikiran yang lahir dari penelitian para ahli dalam konferensi ini dapat memperkuat kebijakan pemerintah dalam bidang keolahragaan.

Direktur Program Pascasarjana UNJ Prof Dr Nadiroh MPd mengatakan konferensi itu mempunyai tujuan penting tidak hanya fisik tetapi juga mental.

“Acara ini juga sangat bermanfaat karena menyatukan para sarjana akademis terkemuka, kelompok ilmuwan dan praktisi multidisiplin dari seluruh dunia untuk mempresentasikan dan bertukar ide yang berkaitan dengan pendidikan jasmani dan ilmu olahraga,” katanya.

Pendiri ICPESS Prof Dr Ming-Kai CHIN menyatakan senang UNJ telah menerima undangan untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional virtual bersejarah keenam untuk profesi pendidikan jasmani dan ilmu olahraga selama pandemi COVID-19.

"Pekerjaan perencanaan dan pengorganisasian berjalan dengan baik, dipandu oleh dan dibangun di atas keberhasilan konferensi sebelumnya dengan rata-rata kehadiran lebih dari 300 delegasi lokal dan internasional dari 30 negara,” katanya.

Baca juga: Rektor UNJ dikukuhkan menjadi guru besar pembelajaran PPKn
Baca juga: Wapres : Darul Misaq jalan tengah antara Islam dan NKRI
Baca juga: Wapres minta "civitas akademika" UNJ dalami ideologi Pancasila


Pewarta : Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar