Mahasiswa UNJ unjuk keterampilan melalui rias fantasi peragaan busana

id UNJ,rias fantasi, peragaan busana

Mahasiswa UNJ unjuk keterampilan melalui rias fantasi peragaan busana

Pelaksanaan pameran rias fantasi dan peragaan busana yang diselenggarakan UNJ di Jakarta, Jumat (18/6). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Jakarta (ANTARA) - Mahasiswa program studi tata rias dan tata busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) unjuk keterampilan melalui penyelenggaraan rias fantasi dan peragaan busana pada penutupan Dies Natalis UNJ ke-57 di Jakarta, Jumat.

“Rias fantasi menampilkan pelbagai kreativitas dalam bidang rias fantasi wajah dengan mengadaptasi karakter tokoh dari film-film fiksi maupun animasi. Misalnya saja karakter tokoh Gamora dalam film Guardian of The Galaxy yang merupakan anak angkat dari Thanos,” ujar penilai sekaligus dosen Program Studi Tata Rias Fakultas Teknik UNJ, Titin Supiani SPd MPd, dalam keterangan tertulisnya.

Dia menjelaskan pandemi COVID-19 tidak menyurutkan kreativitas dari mahasiswa, meskipun selama dua tahun terakhir pameran yang dilakukan terhalang pandemi.

Baca juga: Rektor: Pendidikan abad 21 tidak hanya bersandar pada pengetahuan

“Walaupun persiapan rias fantasi ini hanya dilakukan selama satu minggu, tampilan impresif kreativitas sangat memancar dari setiap karakter yang ditampilkan,” kata Titin.

Titin menjelaskan ada 30 kreativitas yang sudah dibuat oleh para mahasiswa yang akan diluncurkan pada 3 Juli 2021. Dalam penyelenggaraan pameran itu, para mahasiswa Tata Rias Fakultas Teknik UNJ menggambarkan perjalanan hidup Gamora. Karakter Gamora dengan pelbagai riasan yang hadir mulai dari warna merah dari rambut gamora menggambarkan masa kecilnya. Sedangkan wajahnya yang tampil setengah tengkorak menggambarkan perubahan karakter buruk dan baik dari Gamora.

Selain karakter tokoh film Guardian of The Galaxy, karakter tokoh film lainnya yaitu The Evil Queen yang diadaptasi dari karakter Snow White dihadirkan dengan riasan serba hitam dengan mahkota di kepalanya. Dengan apel di tangannya, karakter ini begitu kuat dengan riasan wajah yang tergambar sangat antagonis.

Sedangkan karakter Frida Kahlo diadaptasi dengan riasan serba hitam, mahkota bunga berwarna merah dan kuning serta gitar kecil tradisional Meksiko turut memperkuat karakternya. Riasan itu menggambarkan bagaimana merayakan kematian untuk mengenang teman atau anggota keluarga yang telah meninggal. Selain itu masih ada karakter lainnya seperti Sally Face, Corey, Elsha, Tinkerbell, Jadis, Beast, Avatar, Neytiri yang impresif dan semarak.

Baca juga: Guru Besar UNJ puji tulisan ilmiah Megawati di Jurnal Pertahanan

Desainer terkemuka, Jeny Tjahyawati, menjelaskan dengan adanya peragaan busana dari mahasiswa tata busana UNJ ini diharapkan mampu mendongkrak kreativitas industri kreatif dan fashion Indonesia pada masa pandemi.

“Terus menggali kain-kain wastra nusantara yang indah yang tidak dimiliki oleh negara lain,” kata Jeny.

Rektor UNJ, Prof Dr Komarudin MSi, mengapresiasi atas penampilan yang ditunjukan oleh mahasiswa tersebut.

“Rias fantasi dan peragaan busana yang ditampilkan mahasiswa UNJ ini merupakan salah satu unggulan yang dimiliki oleh prodi yang ada di UNJ. Semoga kreasi mahasiswa Program Studi Tata Rias dan Program Studi Tata Busana Fakultas Teknik UNJ ini dapat berkontribusi dan mengembangkan dunia seni rias fantasi maupun dunia mode di Indonesia maupun internasional,” harap Komarudin.***3***

Baca juga: UNJ kukuhkan lima guru besar ilmu pendidikan
Baca juga: UNJ raih rekor dunia atas penyelenggaraan ICPESS


Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar