UI-JICA luncurkan mata kuliah terbuka Modernisasi Jepang

id ui,jica,fib ui,ui depok

UI-JICA luncurkan mata kuliah terbuka Modernisasi Jepang

Dekan FIB UI Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu (ANTARA/Foto: Humas UI)

Depok (ANTARA) - Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) meluncurkan mata kuliah Modernisasi Jepang yang diperuntukkan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Dekan FIB UI Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu dalam keterangan tertulisnya, Selasa mengatakan mata kuliah Modernisasi Jepang mendapat respons dan antusiasme yang positif dari para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut.

"Dengan banyaknya siswa yang sangat tertarik untuk memperluas pengetahuan mereka tentang Jepang, maka kesempatan kerja sama di masa mendatang akan semakin terbuka. Kami berharap kerja sama antara JICA dan FIB UI akan semakin diperkuat dengan pengembangan program lainnya bersama-sama," ujar Adrianus.

Kerja sama ini merupakan program JICA Chair (program JICA untuk Studi Jepang) yaitu, sebuah program/course pertama di Asia yang diintegrasikan sebagai mata kuliah berkredit.

JICA adalah lembaga yang didirikan oleh pemerintah Jepang bertujuan membantu pembangunan negara-negara berkembang.

Mata kuliah Modernisasi Jepang menawarkan pengenalan lebih jauh dan lebih mendalam tentang berbagai isu masyarakat di Jepang dari Zzman Meiji sampai sekarang. JICA memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan mata kuliah ini dengan mendatangkan tujuh pembicara dari Jepang untuk memberikan kuliah.

Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat Jepang sebagai dampak dari proyek modernisasi besar-besaran yang dilakukan pemerintahan Meiji. Beberapa topik penting yang dikaji dalam mata kuliah tersebut antara lain post-war Japan, politics in Japan, Japanese economic growth, education system, dan international relations, juga peranan Jepang di wilayah Asia Timur.

Baca juga: FKUI-Fujita Health University Jepang jalin kerja sama

Baca juga: UI-Jepang proyeksikan peluang kerja sama hingga 25 tahun mendatang


Adrianus menyampaikan bahwa dari 111 mahasiswa, 83 orang berasal dari berbagai program studi dan fakultas di UI, antara lain FIB, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan Fakultas Ilmu Komputer.

"Selebihnya, 28 mahasiswa berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, diantaranya adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Darma Persada, Universitas Ngudi Waluyo, dan Universitas Mahasaraswati Denpasar," kata Adrianus.

Kepala Perwakilan JICA Indonesia Office Shigenori Ogawa mengatakan pihaknya sangat berharap semua mahasiswa dapat menikmati mata kuliah ini, belajar banyak dari keberhasilan dan kegagalan Jepang dalam proses modernisasinya, dan yang lebih penting memikirkan apa yang bisa dipelajari dan direnungkan di Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa ia yakin para mahasiswa dalam program ini akan berkontribusi untuk lebih memperkuat hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia di masa depan.

Kerja sama antara UI dan JICA sudah terjalin sejak lama. Sebelumnya, RSUI telah bekerja sama dengan JICA dalam kegiatan pembangunan gedung Rumah Sakit UI, pengadaan peralatan medis dan non medis, serta penyediaan informasi teknologi.

Kemudian pada Februari 2021, dukungan JICA untuk pengembangan kapasitas RSUI, khususnya dalam keterampilan manajemen rumah sakit dan pelayanan kesehatan melalui pelatihan dan seminar sebagai momentum kolaborasi yang dinamakan “Tanggap COVID-19 untuk Rumah Sakit di Depok dan sekitarnya”.

Baca juga: Vokasi-LSP UI sertifikasi lebih dari 700 mahasiswa

Baca juga: Pengamat sosial UI sebut resep 3B rawat jaga persatuan Indonesia

 

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar