Pemerintah ajak masyarakat kelola sampah lewat film

id Sampah laut, pekan literasi maritim, literasi maritim, sampah, penanganan sampah, kemenko marves, lkhk, film tema kemaritiman,Hari maritim, hari marit

Pemerintah ajak masyarakat kelola sampah lewat film

Puluhan prajurit TNI Angkatan Laut Lantamal XIV dan Yonmarhanlan XIV Sorong melaksanakan bakti sosial pembersihan sampah plastik di Pasar Ikan Jembatan Puri Sorong Manoi, Rabu (8/9). ANTARA/ Ernes Broning Kakisina.

Jakarta (ANTARA) - Lewat film bertajuk "Bude Jo Belajar Kelola Sampah", pemerintah mengajak masyarakat untuk bisa mengelola sampah guna mendukung penanganan masalah sampah laut.

"Film kini menjadi salah satu wadah yang baik untuk menyampaikan pesan bahwa ada berbagai masalah yang kita hadapi, salah satunya mengenai sampah di laut," kata Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Rofi Al Hanif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Melalui resensi film "Bude Jo Belajar Kelola Sampah" yang digelar secara virtual, Senin (20/9), sebagai rangkaian Pekan Literasi Maritim dalam rangka peringatan Hari Maritim Nasional, pemerintah berharap bisa melakukan sosialisasi soal penanganan sampah laut.

Rofi menuturkan sampah di laut merupakan akibat dari tidak terkelolanya sampah-sampah di darat dengan baik dan masih kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya penanganan sampah.

Baca juga: Menko Marves resmikan TPST terbesar di Bali

Laut kini menjadi sebuah tempat penampungan sampah terakhir yang tentunya menimbulkan berbagai dampak buruk bagi manusia dan ekosistem yang ada.

Penanganan sampah di laut pun kini sudah menjadi ambisi yang besar bagi pemerintah untuk ditangani. Berbagai upaya mulai dari pengukuhan kebijakan hingga sosialisasi masif terus dilakukan.

"Kami membutuhkan kerjasama masyarakat untuk mengurangi sampah di laut ini, film yang digarap KLHK ini begitu ringan dan bagus untuk dicontoh oleh berbagai kalangan, khususnya kita yang setiap harinya terus memproduksi sampah," tegasnya.

Menurut Rofi, kini kampanye dan sosialisasi tidak lagi dapat dilakukan secara langsung, melainkan harus disisipkan melalui berbagai pesan yang dapat digarap melalui karya seni seperti film ini.

Baca juga: Kemenko Marves siap bantu pengembangan program JOSS PLN NTB

"Masyarakat kini sejatinya sudah lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah demi menjaga lingkungan dan sudah menjadikan ini sebagai bagian dari gaya hidup," kata Kepala Seksi Bina Peritel Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Supriyanto.

Sepakat dengan hal tersebut, Wira Hardiprakoso selaku produser film seri ini cukup takjub dengan keadaan sampah yang tidak terolah begitu besar.

"Saya jadi tahu banyak kalau memang manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi itu memproduksi banyak sekali sampah, dan kalau tidak dikelola dengan maksimal, ya kembali lagi merugikan manusia," ungkapnya.

Melalui film ini diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat mulai tersadar dan mau beraksi untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia secara kolektif, demi masa depan bangsa ini yang bebas sampah.

Beberapa langkah kecil seperti memilah sampah, memilih tindakan yang paling sedikit menghasilkan sampah, penerapan zero-wate living, diharapkan dapat berkontribusi bagi keadaan ini.

 

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar