Untar kukuhkan Naniek Widyati Priyomarsono sebagai guru besar tetap

id Universitas Tarumanagara, guru besar, pengukuhan guru besar

Untar kukuhkan Naniek Widyati Priyomarsono sebagai guru besar tetap

Tangkapan layar Rektor Universitas Tarumanagara Prof Agustinus Purna Irawan mengukuhkan Prof Dr Ir Naniek  Widayati Priyomarsono MT sebagai guru besar tetap pada bidang Ilmu Arsitektur dalam sidang senat terbuka di Jakarta, Kamis (23/9/2021). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Universitas Tarumanagara mengukuhkan Prof Dr Ir Naniek Widayati Priyomarsono MT sebagai guru besar tetap pada bidang Ilmu Arsitektur dalam sidang senat terbuka yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai saudara dalam menjalankan tugas akademik sebagai profesor dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi universitas, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Rektor Untar Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan dalam sambutannya.

Dalam pengukuhan itu, Naniek menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Menyambut Era Masyarakat 5.0 dari Sisi Pandang Preservasi, Konservasi dan Revitalisasi.

Baca juga: Untar buka program studi doktoral berbasis riset

Dia menjelaskan era 1.0 adalah masa manusia baru mengenal berburu dan mengenal tulisan serta gambar. Pada era 2.0 merupakan era masyarakat sudah mengenal bercocok tanam. Pada era 3.0, merupakan era industri, yang mana masyarakat sudah menggunakan mesin dalam kehidupannya.

Pada era 4.0, manusia sudah mengenal komputer dan internet. Hubungan manusia jarak jauh sudah hal yang lumrah. Saat ini, lanjut dia, masyarakat sudah memasuki era 5.0, yakni era yang mana teknologi menjadi bagian dari manusia itu sendiri.

Baca juga: Kampus rencanakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka bertahap

Baca juga: Universitas Tarumanagara dorong dosen untuk magang ke industri

“Internet tidak lagi media informasi, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan,” jelas Naniek.

Pada era 5.0, yang terpenting adalah manusia yang dapat menciptakan tatanan dan nilai baru melalui perkembangan teknologi. Dia menambahkan Jepang sudah melakukannya.

“Perlahan tapi pasti, siap tidak siap kita masuk ke arah sana, karena kita sudah masuk pada era globalisasi,” terang Naniek.

Setiap individu, lanjut dia, harus mampu beradaptasi seiring dengan perkembangan zaman. Meski demikian, ada nilai-nilai budaya yang tidak boleh tercerabut dari akar. Untuk itu pembelajaran budaya, tata krama dan pendidikan karakter harus dimulai dari rumah.

Baca juga: Universitas Pancasila kukuhkan tiga guru besar

Baca juga: Guru Besar IPB: Program Kartu Prakerja beri nilai manfaat tinggi


Pewarta : Indriani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar