UNICEF-Universitas Muhammadiyah Sorong kolaborasi kurangi "bullying"

id Papua Barat,Sorong,Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong,UNICEF,perundungan,bullying

UNICEF-Universitas Muhammadiyah Sorong kolaborasi kurangi "bullying"

Suasana penyerahan buku dan pelatihan pendidikan keterampilan hidup serta pencegahan bullying bagi para guru 30 SMP sasaran program di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papya Barat, di Kota Sorong, Selasa (12/10/2021). (FOTO ANTARA/ Ernes Broning Kakisina)

Sorong (ANTARA) - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menggandeng Universitas Pendidikan Muhammadiyah untuk membangun dan mendorong kota dan kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat sebagai daerah percontohan pendidikan keterampilan hidup bagi remaja guna mengurangi perundungan atau "bullying".

"Berdasarkan data dari Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2018, sebanyak 41 pelajar pelajar berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan," kata Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan dalam keterangan di Sorong, Rabu.

Ia menjelaskan dorongan tersebut ditandai dengan penyerahan buku dan pelatihan pendidikan keterampilan hidup serta pencegahan bullying bagi para guru 30  SMP sasaran program di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Selasa (12/10) 2021.

Sementara itu, kata dia, data dari UNICEF menyebutkan sekitar 45 persen anak muda usia 14-24 tahun pernah mengalami perundungan secara daring dan anak laki-laki lebih banyak dibandingkan anak perempuan.

Menurutnya dalam dunia pendidikan kurangnya partisipasi yang bermakna bagi remaja serta praktik perundungan merupakan masalah sosial seperti fenomena gunung es.

Dikatakannya bahwa dengan adanya program pelatihan pendidikan keterampilan hidup serta pencegahan perundungan kepada tenaga pendidik terbukti meningkatkan partisipasi siswa untuk berteman secara positif dan mengurangi kasus bullying di sekolah sebanyak 29 persen dalam satu semester intervensi.

Karena itu, praktik pendidikan keterampilan hidup dan pencegahan bullying dapat dimulai dari kabupaten dan kota yang ada di Wilayah Papua Barat.

“Program ini sebagai upaya mendorong pengembangan pola pikir kritis yang tumbuh dari proses refleksi, identifikasi, mengevaluasi informasi yang ada dan penalaran sesuai dengan profil pelajar pancasila yang menjadi prioritas Kemendikbudristek,” kata Aminuddin Mohammad Ramdan .

Program pendidikan keterampilan hidup dan pencegahan bullying mendapat dukungan Bupati Sorong Jhony Kamuru yang menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan di wilayahnya.

Ia berpendapat bahwa sesuai visi misinya mencerdaskan masyarakat adalah investasi. Bukan hanya sekedar mencerdaskan dalam keahlian akademik tapi juga dalam perilaku yang sesuai dengan norma kemanusiaan.

Karena itu, pemda melalui RPJMD memasukkan pendidikan karakter menjadi prioritas penting pembangunan. "Kita semua perlu meningkatkan dan memperkuat keterampilan hidup remaja dan meningkatkan daya saing mereka ke depan dengan hal-hal yang positif," katanya

Ditambahkan bahwa penguatan kapasitas tenaga pendidik juga sangat pentik dalam membangun karakter generasi muda saat ini. Sebab sekolah menjadi garda terdepan dalam Pendidikan karakter remaja, tentunya dengan dukungan penuh orang tua, keluarga dan lingkungan pergaulan.

Diharapkan dengan kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan juga menurunkan kasus kekerasan dan perundungan pada remaja, demikian Jhony Kamutu.

Baca juga: Universitas Muhammadiyah komitmen dukung pendidikan di Papua maksimal

Baca juga: Menko PMK canangkan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua

Baca juga: UNICEF sebut Papua-Papua Barat responsif lindungi anak saat pandemi

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah instruksikan jaga asrama Papua


 

Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar