BNN sosialisasi P4GN pada karyawan tambang di Konawe Utara

id BNN Sultra sosialisasi, P4GN, tes, urine, pegawai, tambang, Konawe, Utara

BNN sosialisasi P4GN pada karyawan tambang di Konawe Utara

BNN Sultra sosialisasi P4GN-tes urine pegawai tambang di Konawe Utara, Minggu (17/10/2021) (ANTARA/HO-BNN Sultra)

Kendari (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara melaksanakan sosialisasi upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) serta tes urine kepada karyawan tambang PT Konutara Sejati, di Kabupaten Konawe Utara.

Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sultra Harmawati mengatakan sosialisasi P4GN dilakukan pihaknya guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari obat-obatan terlarang.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka deteksi dini dalam upaya menciptakan lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba," kata dia melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Kendari, Minggu.

Sebanyak 157 orang karyawan di tambang tersebut mengikuti sosialisasi BNN Sultra tentang upaya P4GN. Mereka diproteksi agar tidak terlibat pada penyalahgunaan narkoba apalagi mengedarkannya.

"Ratusan pegawai di tambang itu kemudian menjalani tes urine guna mendeteksi apakah mereka terlibat penyalahgunaan atau tidak," jelas dia.

 
BNN Sultra sosialisasi P4GN-tes urine pegawai tambang di Konawe Utara (ANTARA/HO-BNN Sultra)


Dia menyampaikan, dari hasil tes urine kepada 157 pekerja tambang tersebut sebanyak 155 dinyatakan negatif sementara dua orang lainnya positif.

"Kepada karyawan yang positif dilakukan asesmen dan tes konfirmasi sesuai prosedur yang berlaku," tutur Harmawati.

Harmawati juga mengatakan bahwa sosialisasi dan tes urine merupakan wujud dari implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekusor Narkotika.

"Kita mengimbau agar seluruh karyawan di PT Konutara Sejati, di Kabupaten Konawe Utara agar tidak terlibat pada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena berdampak buruk bagi kesehatan dan bisa melanggar hukum jika mengedarkannya," demikian Harmawati.

 

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar