Bantu korban erupsi Semeru, Kabupaten Kediri kirimkan logistik

id bantuan logistik bpbd kediri,pemkab kediri,erupsi gunung semeru ,kediri peduli erupsi semeru

Bantu korban erupsi Semeru, Kabupaten Kediri kirimkan logistik

Bupati Kediri, Jatim Hanindhito Himawan Pramono. ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Kediri.

Kediri, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengirimkan bantuan logistik untuk membantu warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru ( 3.676  meter dia atas permukaan laut/mdpl) di Kabupaten Lumajang.

"Pagi tadi kami berangkatkan personel dari BPBD menyalurkan bantuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Semeru," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono di Kediri, Minggu.

Pemkab Kediri menyalurkan beras sebanyak 1,3 ton, makanan siap saji sebanyak 29 boks, serta 168 lembar selimut. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pemerintah Kabupaten Lumajang yang kemudian akan didistribusikan untuk membantu warga di titik-titik pengungsian.

"Kami koordinasi dengan pemerintah setempat untuk penyaluran bantuan di lapangan," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi menambahkan terdapat delapan personel yang berangkat dengan membawa bantuan logistik ke daerah pengungsian di Lumajang. Mereka dikirimkan untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Terkait dengan kemungkinan adanya warga dari Kediri yang tinggal di daerah itu dan menjadi korban akibat erupsi gunung tersebut, Slamet mengatakan hingga kini belum ada konfirmasi adanya warga Kediri yang berada di sekitar Gunung Semeru saat terjadi erupsi.

"Sampai saat ini belum terkonfirmasi," katanya.

Gunung Semeru mengalami erupsi Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Gunung yang berada di Lumajang dan Malang ini mengeluarkan awan panas guguran (APG).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam rilisnya juga mengungkapkan bahwa erupsi Gunung Semeru hingga Minggu pukul 09.20 WIB telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia. Dua dari 13 orang yang meninggal dunia tersebut berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Selain itu, bencana alam itu juga menyebabkan puluhan orang terluka dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Menurut data BNPB, sebanyak 41 orang yang terluka telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal dan kemudian dirujuk ke RSUD Haryoto dan Rumah Sakit Bhayangkara. Selain itu, ada 40 orang yang dirawat di Puskesmas Pasirian, tujuh orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang di Puskesmas Penanggal.

Data BPBD Kabupaten Lumajang, erupsi Gunung Semeru telah memaksa setidaknya 902 warga mengungsi. Sebanyak 305 orang tercatat mengungsi di beberapa fasilitas pendidikan dan balai desa di wilayah Kecamatan Pronojiwo, 409 orang mengungsi di lima balai desa di wilayah Kecamatan Candipuro, dan 188 orang mengungsi di Kecamatan Pasirian.

Menurut pengamatan, awan panas guguran sudah berhenti meluncur dari Gunung Semeru karena hujan turun di sekitar puncak kubah lava gunung api itu.

Kendati demikian, BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliran Sungai Mujur di Curah Kobokan dan daerah aliran sungai lain yang berhulu di Gunung Semeru guna menghindari bahaya. 

Baca juga: PMI kirimkan bantuan dan personel untuk pengungsi erupsi Semeru

Baca juga: BNPB kirim bantuan senilai Rp1,1 miliar untuk pengungsi Semeru

Baca juga: Bantuan letusan Gunung Semeru dipusatkan di Pendapa Arya Wiraraja

Baca juga: BPBD dan Dinkes Jatim kirim bantuan ke lokasi terdampak Semeru

 

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar