HNW: perlu kebersamaan sosialisasikan Empat Pilar MPR

id hidayat nur wahid

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan PPTQ Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11/2017).

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sangat mengapresiasi antusiasme elemen masyarakat seperti yayasan Ibnu Abbas Klaten yang sangat responsif  bekerjasama dengan MPR menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di lingkungannya.

"Perlu diketahui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada berbagai elemen masyarakat  ini dilaksanakan MPR adalah karena menjalankan amanat UU No.17 Tahun 2014 tentang MD3.  Realisasnya dijalankan MPR dengan berbagai metode penyampaian yang menarik disesuaikan dengan peserta," ungkapnya, saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan PPTQ Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11).

Siaran pers MPR menyebutkan, selanjutnya HNW mengemukakan bahwa keterbatasan daya jangkau MPR tidak bisa maksimal menjangkau seluruh rakyat Indonesia. "Karena itulah kami berharap seluruh elemen masyarakat dan eksekutif mengambil perannya untuk ikut berkiprah dalam memasyarakatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila," imbuhnya.

Dikatakannya, sebelum era reformasi, Presiden Indonesia kala itu Soeharto telah mengambil perannya dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat Indonesia dengan metodenya saat itu.  Tapi tentu saja kiprah pemerintah saat ini dalam memasyarakatkan nilai luhur bangsa tidak lantas sama dengan metode dahulu seperti indoktrinasi dan sebagainya.  Tentu mesti sesuai dengan semangat reformasi.

"Pemasyarakatan nilai luhur bangsa saat ini harus dilakukan sesuai dengan semangat kekinian dan reformasi.  Alhamdulillah saat ini pemerintah merespon dengan membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP- PIP).  Keputusan pembentukan unit ini diputuskan melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017. Unit kerja itu berada langsung di bawah Presiden Joko WIdodo," katanya.

Pewarta : System
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar