Mendagri tunjuk Tuange bupati Kepulauan Talaud

id tjahjo kumolo, pengangkatan bupati talaut

Mendagri Tjahjo Kumolo. (ANTARA /Andreas Fitri Atmoko) ()

Manado (ANTARA News) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) Petrus Tuange sebagai Bupati setelah Bupati sebelumnya Sri Wahyumi Manalip dinonaktifkan.

Tuange menjabat Bupati setelah Wagub Drs Steven OE Kandouw didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Sulut DR Jemmy Kumendong atas nama Gubernur menyerahkan secara resmi Surat Keputusan (SK), Sabtu.

"Mari kita senantiasa terus menjaga stabilitas keamanan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi kerena saat ini kita sedang memasuki bulan-bulan pilkada. Keamanan harus terus dijaga dan tingkatkan dengan baik," ajak Wagub Kandouw.

Masyarakat ajak Wagub tetap menjaga solidaritas sehingga kondusifitas wilayah tetap terjaga.

"Ini menjadi yang pertama dan yang terakhir, karena jangan lagi hal yang seperti ini terjadi, pak Mendagri juga harapannya seperti itu," ujarnya.

Menurut dia, dinonaktifkannya Bupati Talad menjadi pelajaran? baik di Talaud, Sulawesi Utara bahkan di Indonesia.

Sebab norma-norma, regulasi-regulasi, undang-undang harus dihormati serta dijalankan karena kita hidup di NKRI yang berdasarkan undang-undang.

"Semua ada aturannya, dan semoga kejadian?ini menjadi yang pertama dan yang terakhir. Selamat bertugas pak Bupati, saya yakin dapat menjalankan amanat Mendagri dengan penuh tanggung jawab, semoga Tuhan menolong kita semua," ujarnya.

Pertemuan ini juga disertai dengan pemberian SK pemberhentian sementara kepada Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip yang diserahkan Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah DR Jemmy Kumendong kepada Bupati Petrus Simon Tuange.

Penonaktifan Sri Wahyumi Manalip dilakukan setelah melakukan perjalanan dinas luar negeri namun tidak mengajukan izin kepada Gubernur sebagaimana diatur dalam Permendagri 29 tahun 2017.

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar