Tokoh : Idham Chalid patut menjadi panutan

id idham chalid, hut ke-80 antara

KH Idham Chalid (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Jakarta (ANTARA News) - Tokoh masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK berpendapat, almarhum KH Idham Chalid yang mendapat gelar pahlawan nasional sepatutnya menjadi panutan, terutama bagi generasi muda Banjar.

Pendapat tokoh masyarakat Hulu Sungai Utara (HSU) yang juga mantan Ketua Partai Golkar kabupaten tersebut sebelum ziarah rombongan Perum Kantor Berita Indonesia Antara Biro Kalsel ke makam Idham Chalid di Cisarua Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Menurut dia, almarhum Idham Chalid yang juga urang Banjar Kalsel memiliki kepiawaian dalam kancah perpolitikan nasional, baik masa kepemimpinan Presiden Soekarno maupun Soeharto.

Sebagai contoh ketika kepemimpinan nasional Presiden Soekarno (Bung Karno) tersebut, putra Indonesia kelahiran Satui Kalsel itu pernah menjadi Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Republik Indonesia (RI).

Kemudian pada masa kepemimpinan nasional Presiden Soeharto, tutur Supian HK SH yang sama-sama satu daerah HSU dengan almarhum, urang Banjar Kalsel itu juga mendapat kepercayaan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI.

"Belum lagi jabatan almarhum lain di dunia politik dan sosial kemasyarakatan, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Nahdlatul Ulama (NU)," lanjut Ketua Harian Partai Golkar Kalsel dan Ketua Komisi III DPRD provinsi tersebut.

Selain ziarah ke makam pahlawan nasional Idham Chalid yang juga urang Banjar Kalsel, juga menziarahi mantan Direktur Utama (Dirut) Perum Kantor Berita Indonesia H Saiful Hadi yang pemakamannya satu kompleks di Cisarua.

Kepala Biro Antara Kalsel Abdul Hakim Muhidin mengatakan, ziarah rombingannya tersebut dalam rangkaian peringatan sepuluh windu atau 80 tahun Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang lahir tahun 1937.

"Ziarah ke makam Idham Calid dan Saiful Hadi tersebut salah satu bukti tidak melupakan sejarah atau para pendulu," ujar mantan Kepala Biro Antara Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

"Karena kita sadar sebagaimana kata orang bijak, `hanya orang yang tak melupakan pendahulu bisa bangun dan berjaya` seperti pengalaman sejarah," demikian Abd Hakim.

Dalam memperingati 80 tahun Antara 2017 tersebut seluruh awak Kantor Berita Indonesia dari "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari Kalsel itu, selain ziarah, juga menikmati objek wisata alam di "Tanah Pasundan" atau "Bumi Siliwangi" Jawa Barat.

Studi wisata Biro Antara Kalsel, sejak 12 - 15 Januari 2018, pada hari pertama bertemu Dirut Kantor Berita Indonesia tersebut, Meidyatama Suryodiningrat bersama jajaran guna pengayaan keradaksian, teknologi informasi dan lainnya.

Pewarta : Sukarli
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar