PDIP hadapi tantangan besar di Pilgub NTT

id pemilihan gubernur ntt,pilkada ntt,cagub ntt,Pilkada Serentak 2018,pilkada 2018,calon peserta pilkada 2018

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) berfoto bersama pasangan Bakal Arsip Foto. Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kiri) dan Suyatno (kedua kiri), pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun (ketiga kiri) dan Hugua (keempat kiri), pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail (keempat kanan) dan Barnabas Orno (ketiga kanan), pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Marianus Sae (kedua kanan) dan Emilia Nomleni (kanan) seusai mengumumkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur empat daerah di DPP PDIP, Jakarta, Minggu (17/12/2017). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Kupang, Nusa Tenggara Timur/NTT (ANTARA News) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadapi tantangan yang sangat besar dalam Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur 2018 menurut pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi.

Setelah berhasil mempertahankan kadernya Frans Lebu Raya menjadi gubernur NTT periode 2008-2013 dan 2013-2018 dan menikmati dominasi, partai berlambang kepala banteng tersebut dalam pemilihan kepala daerah tahun ini harus bertarung dengan calon gubernur yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena tuduhan korupsi.

"Jika dua Pilgub sebelumnya PDIP dengan koalisinya begitu mendominasi, maka saat ini justru PDIP menghadapi tantangan yang sangat besar. Itu seiring OTT KPK terhadap Cagub PDIP Marianus Sae," kata Ahmad kepada Antara di Kupang, Minggu.

Selain itu, menurut dia, PDIP punya beban politik yang relatif besar setelah 10 tahun kepemimpinan. "Untuk mempertahankannya membutuhkan figur sekuat Frans," katanya merujuk para Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya.

Terlepas dari statusnya sebagai salah satu partai besar, Ahmad menilai, PDIP masih bertumpu pada figur Marianus, bupati Ngada yang kini menjadi tersangka kasus korupsi.

"Walaupun sebagai partai besar tidak menjamin untuk menang sehingga tumpuannya ada pada figur Marianus," katanya.

"Namun dengan kasus yang sedang dihadapi Marianus Sae menurut saya PDIP harus lebih realistis," ia menambahkan.

Kendati Marianus secara formal tetap menjadi kontestan, ia menjelaskan, secara faktual dukungan untuknya cenderung melemah di beberapa tempat dan segmen.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT telah menetapkan empat calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah NTT 2018, yakni pasangan Esthon L Foenay dan Christian Rotok yang diusung Partai Gerindera dan Partai Amanat Nasional (PAN); Marianus Sae dan Emilia Nomleni yang diusung PDIP dan PKB; Beny K Harman (BKH) dan Benny Litelnoni yang didukung Demokrat, PKS dan PKPI; serta Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi yang mendapat dukungan dari Partai Nasdem, Golkar dan Partai Hanura.

Baca juga:
Marianus Sae ditahan, Emilia kampanye tanpa pasangan

KPK resmi tetapkan Bupati Ngada tersangka

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar