Menhub usulkan libur Lebaran lebih awal agar kemacetan berkurang

id budi karya sumadi,libur lebaran dimajukan,tantangan kemacetan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA /Risky Andrianto)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar cuti bersama Lebaran 2018 bisa dimajukan lebih awal untuk mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi pada momentum tersebut.

Budi seusai Forum Infrastruktur India-Indonesia (IIIF) di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refornasi Birokrasi (PAN-RB) untuk mengusulkan agar libur bisa dimajukan dua hingga tiga hari lebih awal.

"Kita juga ingin berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk membuat libur anak-anak bisa dua atau tiga hari lebih awal. Sehingga kalau mau pulang (mudik) tidak di H-1 tapi dari H-7 atau H-8 sehingga memberikan relaksasi, atau tekanan (kemacetan) berkurang," katanya.

Budi mengatakan selama ini kemacetan saat Lebaran diklaim karena minimnya waktu libur yang diberikan pemerintah. Akibatnya, banyak masyarakat melakukan mudik dan balik Lebaran di waktu yang berdekatan dengan hari H.

Pemerintah biasanya menetapkan cuti bersama Lebaran dua hari sebelum dan setelah hari H. Dengan hitungan tersebut, maka ada sekitar waktu seminggu libur Lebaran. Dalam jangka waktu tersebut, kebanyakan masyarakat akan menggunakan waktu yang relatif sama untuk melakukan mudik dan balik karena minimnya hari libur yang tersedia.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB, Budi mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta kepolisian dan pemangku kepentingan lain untuk mensukseskan mudik Lebaran tahun ini.

Ia berharap koordinasi yang dilakukan pemerintah akan membuat momentum libur Lebaran dapat berjalan lancar dengan persiapan yang baik.

"Mudik adalah amanah yang menantang untuk saya, oleh karena itu kami, Kemenhub, mempersiapkan dengan baik," pungkasnya.

Pewarta : Ade Irma Junida
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar