Puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu/H+7

id Tanjung Priok,arus balik

Dokumentasi KM Sabuk Nusantara dan KM Camara Nusantara yang menjadi angkutan lebaran dalam mudik sepeda motor gratis naik kapal laut bersandar di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/6/2018). Pada program mudik gratis ke Semarang pulang pergi ini, PT Pelni (Persero) mengoperasionalkan enam kapal KM Sabuk Nusantara untuk mengangkut 2.502 pemudik dan tiga kapal KM Camara Nusantara untuk mengangkut 1.179 motor pemudik dengan cara konvoi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) - Puncak arus balik pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara diperkirakan akan terjadi pada H+7 Lebaran atau Sabtu (23/6) mendatang.

"Pada puncak arus balik mudik gratis tersebut akan menjadi hari yang terakhir. Jumlah penumpang mencapai 4.700 orang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Lollan Panjaitan, di Jakarta, Selasa. 

Hingga Selasa ini, lanjut dia, kapal yang akan membawa penumpang mudik gratis dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu sudah terisi sekira 90 persen.

"Kapasitasnya 4.700 penumpang dan sudah terisi okupansinya mungkin sekitar 90 persen. Dari Semarang kapal berangkat pada Jumat (22/6), dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (23/6)," kata Lollan. 

Selama periode arus balik per hari ini sampai tanggal 23 nanti, total kapal yang akan beroperasi berjumlah 16 kapal.

"Itu total kapasitas 7.600 motor, 15.200 penumpang. Okupansi sampai saat ini sudah rata-rata 70 persen. Pada Selasa ini jumlah penumpang yang tiba sebanyak 1.006 orang dan 407 motor," ujarnya. 

Pihak otoritas Pelabuhan Tanjung Priok sendiri tidak memiliki persiapan khusus jelang arus balik ini, kecuali mempersiapkan fasilitas sandar untuk total 9 kapal.

"Semua elemen yang ikut menyukseskan arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Tanjung Priok sudah siaga penuh, yaitu dari Kementerian Perhubungan maupun Kepolisian," ujarnya. 

Untuk pengamanan di pelabuhan, tambah dia, tidak ada peningkatan status keamanannya karena sejauh ini kondisi aman terkendali.
 

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar