Peserta SMN NTT kembali ke Kupang

id siswa mengenal nusantara 2018

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 asal Nusa Tenggara Timur (NTT) melihat sejumlah foto di Museum PLTA Tonsea, Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (8/8/2018). Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tonsea Lama berkapasitas 40 MW tersebut, merupakan PLTA pertama dan tertua di Indonesia yang dibangun pada 1912 dan masih beroperasi hingga saat ini. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Manado, (ANTARA News) - Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal NTT, Selasa pagi, kembali ke daerah asalnya, setelah mengikuti seluruh kegiatan BUMN hadir untuk negeri (BHUN) di Manado, Sulawesi Utara, selama sembilan hari.

"Para peserta SMN dari NTT berangkat Selasa pagi dengan penerbangan pukul 06.45 Wita, transit di Makassar kemudian Denpasar, lalu terus ke Kupang," kata Deputi Manajer Humas dan Hukum PLN Suluttenggo, Jantje Rau, di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Selasa.

Jantje mengatakan para peserta sudah selesai mengikuti seluruh agenda kegiatan yang dilaksanakan di Sulawesi Utara selama tujuh hari dan kembali ke daerah asalnya.

Ratna Bunga, pendamping para siswa SMN NTT, menyampaikan terima kasih kepada PLN yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, sehingga siswa dari perbatasan paling Selatan Indonesia itu, mengenal daerah lain khususnya Sulawesi Utara dengan baik.

"Kami sudah belajar banyak hal di Sulawesi Utara, mulai dari mengenal PLN sebagai perusahaan yang menyediakan listrik bagi seluruh warga Indonesia, fasilitas termasuk pembangkit listrik yang dimiliki dari PLTU, PLTG sampai PLTA, termasuk pembangkit tertua, serta keragaman, toleransi serta cinta lingkungan dan pelestarian alam, tentu itu hal yang positif dibawa anak-anak kembali ke NTT nanti," kata Ratna.

Margarita Liufeti, siswa peserta, mengatakan senang berada di Sulawesi Utara dan belajar banyak hal, bukan hanya soal lingkungan tetapi bagaimana NKRI dalam toleransi dan keragaman dan cinta lingkungan.

Dia dan teman-temannya belajar juga tentang pelestarian lingkungan, saat berkunjung ke cagar alam Tangkoko, Bitung, melihat lihat pagoda Ekayana di Tomohon, kemudian gereja katolik tertua di keuskupan Manado yang berada di Tomohon, yakni Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus.

Hal serupa juga disampaikan Maria Fatima yang mengaku senang karena bisa belajar banyak dari Manado yang akan menjadi bekal baginya dalam hidup bermasyarakat nanti.

Sementara Elfridus Bria mengaku bangga saat berlatih bersama anggota TNI AD Manado, dalam program dua hari di Makodam XIII Merdeka serta Kikavser 10 Manguni Setya Cakti, Wori, karena membangkitkan rasa nasionalisme.

Rasa senang juga disampaikan, Juliana Baen, karena bisa belajar tentang UKM dan akhirnya bisa mengembalikan rasa percaya mereka untuk perdagangan lewat internet.*

Baca juga: Peserta SMN NTT kunjungi SMA IX Manado

Baca juga: Weku senang jadi orang tua asuh SMN 2018


 

Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar