Kiat memasak daging steak ala chef Michelin Star

id chef dave pynt,michelin star,daging steak

Steak (ANTARANews/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Chef Dave Pynt, peraih Michelin Star sekaligus penerima penghargaan Asia's 50 Best Restaurant Chef Choice Award, membagikan kiat memasak daging steak yang simpel dan melezatkan.

"Kita memasaknya di atas kayu dan tidak menggunakan arang. Kayu yang kami gunakan adalah “Ramatan wood”, jenis kayu lokal," tutur Dave di Jakarta, Jumat.

Selanjutnya, daging harus dimasak secara pelan-pelan, dengan cara menaruh daging di grill, terus diangkat lalu ditaruh kembali, sampai mendapat temperatur yang pas di dagingnya.

"Dengan proses seperti itu, kita bisa menghasilkan rasa yang pas," ungkapnya.

Selain memasak menggunakan kayu dan perlahan-lahan, menurutnya kita juga harus memastikan kematangan bagian tengah daging sudah pas. Namun jika menggunakan daging berkualitas bagus, proses memasak daging akan lebih mudah.

Terkait penggunaan bumbu atau tidak, Dave mengatakan bahwa hal itu tergantung mau menghasilkan rasa apa pada steak yang Anda akan bikin.

"Kalau mau memasak steak dan menimbulkan rasa yang lebih gunakan bumbu, tapi kalau mau bikin polos-polos saja dan simpel cukup gunakan garam," katanya.

Dave Pynt merupakan chef-patron di restoran Burnt Ends yang berlokasi di Singapura. Dave meraih penghargaan 1 Michelin Star tahun ini dan juga menerima Asia's 50 Best Restaurant Chef Choice Award.

Restorannya sendiri menempati peringkat 12 dalam daftar San Pellegrino Asia’s 50 Best Restaurants List.

Michelin star, seperti dikutip Antara dari theguardian.com, merupakan rating atau peringkat untuk restoran terbaik di seluruh dunia dengan 1 Michelin Star menunjukkan restoran sangat bagus, 2 Michelin Star untuk restoran yang sempurna (excellent) dan 3 Michelin star untuk restoran dengan kuliner istimewa dan wajib disinggahi.  

Baca juga: Pilih steak medium atau well done?

Baca juga: Memadukan steak dengan lima pilihan keju mancanegara

Baca juga: Makan steak tiap hari sama baiknya seperti berhenti rokok

 

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar