Saksi: Gubernur Aceh pergi ke Turki bersama Stefy

id irwandi yusuf,stefy burase,nikah siri

Arsip Staf khusus Gubernur Aceh Hendri Yuzal (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pascaterjaring operasi tangkap tangan (OTT), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Penyidik KPK resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan staf khusus Gubernur Aceh Hendri Yuzal. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA News) - Hendri Yuzal selaku Staf khusus Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf mengaku bahwa atasannya pernah pergi ke Turki bersama dengan Stefy Burase yaitu istri siri Irwandi Yusuf.

"Pergi ke Turki itu acara terpisah, Stefy punya acara sendiri, untuk menghadiri 'business forum'," kata Hendri dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Hendri bersaksi untuk Bupati Bener Meriah Ahmadi yang didakwa menyuap Gubernur Aceh 2017-2022 Irwandi Yusuf sebesar Rp1,05 miliar agar mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) provinsi Aceh untuk menyetujui rekanan yang diusulkan Ahmadi mendapat program yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 di kabupaten Bener Meriah.

Hendri pun sudah ditetapkan sebagai salah satu tersangka penerima suap dalam perkara ini.

Namun ia mengaku tidak tahu bahwa Stefy adalah istri siri Irwandi Yusuf.

"Tidak tahu Stefy istri siri gubernur, hanya pernah dengar dari media," ungkap Hendri.

Ia juga mengaku tidak tahu cerita pernikahan Irwandi dengan Stefy.

"Tidak dapat cerita pernikahan di apartemen Kebon Kacang pada Desember 2017, setahu saya Stefy hanya terlibat untuk Aceh Marathon saja," tambah Hendri.

Padahal dalam jawaban praperadilan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) KPK pada Rabu (17/10) disebutkan bahwa Hendri Yuzal mengetahui Stefy Burase dan Irwandi Yusuf telah menikah secara siri tanggal 8 Desember 2017 di Jakarta.

Jaksa menjelaskan bahwa Hendri menghadiri acara akad nikah dan syukuran nikah mereka di salah satu apartemen di daerah Kebon Kacang di Jakarta tapi Hendri tidak mengetahui siapa pihak penghulu yang menikahkan mereka.

Namun, akad nikah tersebut disaksikan dan dihadiri oleh kerabat dari kedua belah pihak, yaitu pihak Irwandi Yusuf dihadiri oleh saksi T. Saiful Bahri dan pihak Stefy Burase dihadiri oleh kedua orang tua, saudara kandung dan beberapa teman Stefy Burase. 

Stefy juga mengirimkan pesan "whatsapp" kepada isteri Irwandi yaitu Daswati A Gani yang antara lain isinya sebagai berikut:

"Assalamualaikum, selamat pagi bu, Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya cuma ingin konfirmasi apakah bener Ibu mengijinkan pernikahan saya dengan suami ibu yang saat ini juga adalah suami saya? Saya menikah sejak 8 Des dengan pengakuan suami ibu, ibu mengijinkan pernikahan kami." 

"Sekiranya itu tidak benar dan ibu tidak merestui, saya akan meninggalkan suami ibu secara baik-baik karena menurut saya pernikahan yang tidak mendapat ijin istri pertama bukanlah pernikahan walau menurut suami kita, istri tidak punya hak melarang suaminya menikah lagi. Beberapa bulan pernikahan kami terlalu banyak konflik kecil-kecil yang dampaknya besar ke kerjaan kami berdua." 

"Mohon maaf sebelumnya saya Lancang, tapi ini untuk kebaikan bersama. Saya bukan pengganggu RT (rumah tangga) orang dan saya menikah dengan suami ibu di depan ke 2 orang tua dan teman-teman deket. Tapi sekiranya emang bener dugaan saya Ibu tidak tau dan tidak merestui, saya Insya Allah sangat menghargai dan mengerti alasan Ibu. Terima kasih Steffy."

Bahwa berdasarkan beberapa Berita Acara Pemeriksaan dan percakapan Whatsapp dari telepon genggam Stefy tersebut hubungan suami-isteri Irwandi-Stefy telah diketahui oleh pejabat di lingkungan Propinsi Aceh.

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar