Pembangunan jalan lintas selatan Pulau Timor diharapkan berlanjut, kata tokoh adat

id tokoh adat,desak jalan lintas selatan Pulau Timor-NTT,dilanjutkan

Pengaspalan Jalan Desa Sejumlah pekerja dibantu anak-anak menyingkirkan batu krikil saat pengapalan jalan di Desa Balu, Polen, Timor Tengah Selatan, NTT, Sabtu (26/10). Pengaspalan dilakukan untuk menghubungkan wilayah pedesaan di wilayah tersebut. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Kupang,  (ANTARA News) - Sebanyak empat perwakilan tokoh adat dari empat desa di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, mendesak pemerintah untuk segera melanjutkan pembangunan jalan di jalur lintas selatan Pulau Timor.

"Kami ada empat orang perwakilan yang datang ke sini untuk bertemu dengan otoritas yang membangun jalan, namun saat kami ke kantornya ternyata yang bersangkutan lagi tidak berada di tempat," kata koordinator tokoh adat Eli Mamun kepada Antara di Kupang, Rabu.

Ia menyebutkan empat perwakilan tokoh adat itu berasal dari Desa Nekmese, Tetraen, Sahraen dan Buraen.

Ia mengaku bahwa pada Selasa (18/12), mereka berkunjung ke kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional X Kupang, NTT di Kabupaten Kupang, namun saat tiba di sana, orang yang ingin ditemui tidak berada di tempat.

Eli menambahkan tujuannya ingin bertemu kepada BPJN X Kupang karena ingin meminta pemerintah melanjutkan pembangunan ruas jalan di jalur lintas selatan yang sempat terhenti.

Jalan itu, katanya, merupakan jalan strategis dan akses perbatasan yang berada di ruas jalan Tablolong-Oelalus-Oepaha-Buraen-Terens-Rium, yang panjangnya mencapai 112,80 kilometer.

"Di ruas jalan itu pemerintah hanya membangun jalan beraspal sepanjang 32 kilometer, sedangkan jalan sepanjang 80,8 kilometer belum ditangani," katanya.

Padahal, kata dia,  ruas jalan itu menghubungkan empat kecamatan di Kabupaten Kupang, hingga Kabupaten Timor Tengah Selatan, Malaka sampai Timor Leste.

Eli menambahkan bahwa pemerintah mulai membangun ruas jalan tersebut sejak tahun 2015 kemudian melanjutkan pada tahun 2017, tetapi pada pertengahan tahun 2017 pembangunan jalan tidak dilanjutkan sehingga warga pun tak bisa melalui jalan tersebut.

"Jalan bagian selatan Pulau Timor itu biasa digunakan oleh para pedagang dan pengusaha serta petani menjual hasil buminya ke Kabupaten Kupang sepert membawa sayur, kelapa pisang serta hasil kebun lainnya," katanya.

Di samping itu, kawasan selatan Pulau Timor NTT juga menjadi daerah pemasok ternak seperti sapi, babi, yang dikirimkan ke Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Tak hanya itu, kawasan selatan Pulau Timor juga mempunyai daerah wisata yang sangat indah seperti Batu Tujuh, Batu Beraon dan Tanjung Terens, yang berlatar belakang perairan Australia.

"Kami berharap pada tahun 2019 nanti ruas jalan di bagian selatan pulau Timor NTT ini bisa kembali dikerjakan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala BPJN X Kupang NTT Muktar Napitupulu mengatakan akan menampung semua aspirasi para tokoh adat tersebut.

"Saya masih ada di luar NTT, kemarin sudah dapat informasi soal itu, namun kami akan tampung aspirasi soal pembangunan jalan itu," katanya.

Baca juga: Jalan ambles, perbatasan NTT-Timor Leste putus total

Baca juga: ADB bantu pembangunan jalan di perbatasan Timor Leste-RI

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar