Bisnis ritel tidak terpengaruh tren "online shopping"

id Online shopping,Toko ritel

Ilustrasi belanja online. (Pixabay/athree23)

Jakarta (ANTARA News) - Konsultan properti Colliers International Indonesia menyebut bisnis ritel di Indonesia tidak akan banyak terpengaruh tren belanja online (online shopping).

"Pengaruh (tren online shopping) tidak terlalu besar karena orang ke mal untuk cari pengalaman, tidak hanya beli barang," kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparan di Jakarta, Rabu.

Ferry menyebut saat ini ada kecenderungan tren menjadikan mal sebagai tempat untuk kumpul bisnis (meeting).

Berbeda dengan 2018 di mana mal masih didominasi penyewa makanan dan minuman, ia memprediksi tahun 2019 penyewa akan didominasi bidang makanan-minuman, fesyen dan kecantikan.

"Yang masih akan terus (baik prospeknya) adalah toko perlengkapan rumah tangga. Apalagi akan ada yang buka tahun depan," ujarnya.

Secara umum, Ferry menjelaskan pembangunan satu pusat perbelanjaan di Jabodetabek pada 2018 menunjukkan bahwa pasar ritel masih lesu.

Akan tetapi, pada 2019, akan ada tiga pusat belanja baru di Jakarta dan tiga lainnya di Bodetabek dengan total pasok mencapai 7,5 juta meter persegi yang akan mendorong pertumbuhan pasar ritel.

"Dengan demikian, total tambahan pasok 2019-2021 mencapai 600 ribu meter persegi, 70 persennya ada di Jakarta," tutupnya.
 


Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar