Anies berharap pendemo jaga adab pasca pemeriksaan Bawaslu

id anies baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menemui peserta unjuk rasa dari Presidium Rakyat Betawi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/01/2019). ANTARA News/Susylo Asmalyah

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada peserta unjuk rasa dari Presidium Rakyat Betawi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa agar dalam melakukan aksinya untuk menjaga ketertiban, jaga adab dan tata krama.

"Saya sampaikan pada semuanya, bahwa jaga ketertiban, jaga adab, jaga tata krama dalam menyampaikan pikiran. Berserikat berkumpul mengutarakan pendapat adalah hak warga negara, tetapi menjaga ketertiban itu harus di nomor satukan," kata Anies.

Aksi yang dilakukan Presidium Rakyat Betawi untuk Aksi Bela Anies pasca dilakukannya pemeriksaan Bawaslu kasus dugaan kampanye terselubung saat Konferensi Nasional Partai Gerindra di Bogor yang dilakukan oleh  Anies.

"Keadilan itu penting untuk kita sama-sama ingatkan agar kita semua dalam menjalankan tugas kenegaraan itu mengingat prinsip keadilan," kata Anies.

Menurutnya keadilan itu yang kemudian akan menghasilkan suasana tenang, damai, jauh dari kericuhan. 

Presidium Rakyat Betawi terdiri dari Komando Nasional Brigade 411, Brigade Jawara Betawi 411, Jawara Betawi Pitung, Laskar Barat Bersatu, Jawara Silaturahim, Betara, Jawara Putih dan Betawi Kemanggisan.

Mereka yang berdemo tersebut menyampaikan aspirask karena merasa geram karena gubernur yang dicintainya telah dikriminalisasi dan diperlakukan tidak adil.

Sementara di sisi lain ada sejumlah menteri, gubernur, bupati, walikota dan pejabat lainnya yang mengacungkan satu jari atau jempol untuk mengekspresikan dukungan mereka kepada pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden nomor urut 01, tetapi tidak diperiksa oleh Bawaslu.

Untungnya pada tanggal 11 Januari 2019 yang lalu Bawaslu Kabupaten Bogor telah memutuskan tidak ada unsur pidana yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta.

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar