Melalui KKN internasional, mahasiswa UMM jadi sukarelawan kanker di Sri Lanka

id Melalui KKN internasional,mahasiswa UMM jadi sukarelawan kanker di sri lanka

Natalia Rahman Damayanti bersama timnya sedang memberikan pengarahan terkait kanker kepada masyarakat Sri Lanka. Natalia menjadi sukarelawan kanker di negeri itu lewat program KKN Internasonal atas kerja sama dengan Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC). (FOTO ANTARA/HO-antarajatim.com/istimewa)

Malang, Jatim (ANTARA News) - Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Natalia Rahman Damayanti (20) menjadi sukarelawan bagi anak-anak maupun orang dewasa penderita kanker di Sri Lanka.

Saat dihubungi dari Malang, Jawa Timur, Kamis,  Natalia mengatakan, dia terjun sebagai sukarelawan kanker di Sri Lanka dikemas dalam program kuliah kerja nyata (KKN) internasional bersama sejumlah mahasiswa dari berbagai negara anggota Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC).

"Sejauh ini tanggapan masyarakat di sini (Sri Lanka) bagus. Selama di sini kurang lebihnya kami  bersosialisasi dengan penderita kanker. Mereka menerima baik kehadiran tim saya. Kami gembira setiap hari saat tim saya berkunjung ke pasien. Alhamdulillah," katanya.

Natalia mengemukakan timnya ditugaskan di RS khusus penderita kanker, yakni CCC House yang berada di Navina. "Dalam lima hari kerja, tim kami melakukan dua kali kunjungan atau dua hari dan tiga harinya kami berinteraksi dengan masyarakat setempat," katanya.

Untuk bersosialisasi dengan masyarakat, kata mahasiswa UMM semester 5 itu, timnya melakukan dengan berbagai cara, seperti menyebarkan kuisioner, dan wawancara. Tujuannya untuk menggali pengetahuan masyarakat tentang kanker, sekaligus menjalankan misi menanamkan kesadaran akan kanker.

"Kegiatan yang kami kerjakan ini sesuai nama program kami 'cancer awareness'," katanya.

Menyinggung pengalaman sebagai sukarelawan kanker di Sri Lanka tersebut, Natalia mengaku sangat luar biasa, namun susah susah gampang. "Sebenarnya tantangannya justru terleak pada diri sendiri, bagaimana melawan diri sendiri," katanya.

Ia mengatakan, jika KKN biasa (reguler), tantangannya membuat proyek sendiri. Sebaliknya, dengan KKN internasional, peserta harus menjalankan proyek dan hanya diberitahu garis besarnya. Setelah itu, membuat "rundown" sendiri.

"Berada di negara orang membuat kami mandiri mengerjakan sesuatu. Dan, bagaimana caranya kami menciptakan suasana agar tidak `garing` agar kami kerasan, sebab saya kerja bareng tim yang terdiri atas lima orang yang harus dibarengi `kelebihan', apalagi tim kami dari berbagai negara, sehingga harus menyesuaikan budaya dan lebih respek," katanya.

Natalia Rahman Damayanti bersama timnya mulai menjalani proyek sukarelawan kanker di Sri Lanka itu sejak 19 Januari dan akan berakhir pada 27 Februari 2019.

Terselenggaranya program KKN internasional UMM ini merupakan salah satu skema kerja sama yang dijalin antara UMM dan AIESEC in UMM.

KKN internasional diikuti 27 mahasiswa yang tersebar di tujuh negara, akni Malaysia tujuh mahasiswa, Thailand 12 mahasiswa, Kamboja satu mahasiswa, Nepal satu mahasiswa, Sri Lanka empat mahasiswa, Polandia satu mahasiswa, dan Ukrainia ada satu mahasiswa.

Baca juga: UMM dijadikan mahasiswa Thailand belajar budaya Jawa Timur-an

Baca juga: Melalui KKN, mahasiswa UMM rehabilitasi fasilitas umum korban bencana Sulteng

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar