Sedang mandi di sungai, seorang santri hanyut di Kali Bolong, Magelang-Jateng

id santri hanyut,Kali Bolong,Magelang

Sejumlah anggota SAR menyusuri sungai menggunakan perahu karet saat mencari korban hanyut terbawa banjir di Sungai Sono, Tegalrejo, Magelang, Jateng, Jumat (3/3/2017). Lima orang hanyut terseret banjir saat bermain tubing pada Kamis (2/3/2017). Dua orang selamat, seorang ditemukan tewas, dan dua lainnya masih dalam pencarian tim gabungan SAR, TNI, polisi dan relawan. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Magelang, Jateng (ANTARA News) - Seorang santri Pondok Pesantren Nurul Islam Kauman, Desa Pirikan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bernama Sofyan (17), yang sedang mandi di sungai dengan temannya, hanyut di Kali Bolong, Jumat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto di Magelang, Jumat mengatakan kecelakaan sungai tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Ia menuturkan pada Jumat pukul 14.00 WIB sebanyak tiga santri Pondok Pesantren Nurul Islam Kauman mandi di Kali Bolong.

Sekitar pukul 15.00 WIB tiba-tiba banjir datang sehingga ketiga santri tersebut terbawa aliran sungai dan dua santri, yakni Ferdy (15) dan Safii (15) dapat menyelamatkan diri, sedangkan Sofyan hanyut terbawa aliran sungai.

Atas kejadian tersebut masyarakat bersama relawan melakukan penyisiran di aliran Kali Bolong dan di titik pertemuan Kali Bolong dengan Kali Elo.

Pada pukul 17.30 WIB, katanya, ada peningkatan debit aliran Kali Bolong dan Elo karena di hulu sungai hujan deras.

Tim BPBD Kabupaten Magelang melakukan pemantauan di beberapa lokasi, antara lain di Jembatan Canguk.

Ia menyampaikan pencarian korban oleh Tim SAR gabungan (BPBD Kabupaten Magelang, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Polsek, Koramil, Pemdes Pirikan, pengurus pondok dan relawan) di sepanjang aliran Kali Bolong dilanjutkan di aliran Kali Elo.

"Pukul 17.30 WIB pencarian dihentikan karena hujan dan dilanjutkan pemantauan," katanya.

Baca juga: Empat santri tewas tenggelam saat "outbond"

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar