Transportasi massal berkontribusi kurangi polusi DKI Jakarta

id MRT,LRT,DKI

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji di kantor Walikota Jaksel, Jumat (15/3/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi massal berkontribusi dalam
mengurangi polusi di ibu kota.

“Salah satu tujuannya (infrastruktur transportasi masal) adalah untuk kurangi tingkat polusi,” katanya di Jakarta, Jumat.

Moda transportasi baru seperti Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Light Rapid Transit (LRT) yang sedang dalam proses pembangunan nantinya diharapkan dapat mengurangi angka emisi dari kendaraan pribadi di ibu kota.

“70 persen polusi udara disebabkan oleh kendaraan,” kata Isnawa.

Namun, menurut dia, saat proses pembangunan dari infrastruktur transportasi masal dilakukan tingkat polusi meningkat

“Pembangunan infrastruktur yang bertahun-tahun ini berpotensi menambah tingginya angka debu yang beterbangan,” katanya.

Bahkan, pembangunan tersebut menyebabkan Jakarta Selatan menjadi salah satu area dengan tingkat polusi paling tinggi.

Meski demikian, Isnawa meyakini bahwa hal itu merupakan pengorbanan yang harus dilakukan demi angka polusi yang lebih rendah di masa depan.

“Pembangunan infrastruktur tidak bisa kita hindarkan karena salah satu tujuannya adalah untuk kurangi tingkat polusi,” katanya.

Untuk mengimbangi tingginya angka polusi di Jakarta Selatan, Pemerintah DKI Jakarta, termasuk Pemkot Jakarta Selatan banyak melakukan pembangunan  Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan perbaikan lingkungan hidup.

Pewarta : Sri Muryono dan Aria Cindyara
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar