Pengamat sebut OK OCE program gagal

id sandiaga,debat

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai program One Kecamatan, One Center for Enterprenuership (OK OCE) yang ditawarkan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dalam debat cawapres ketiga merupakan program gagal.

"Bagi saya OKE/OC kurang greget, jadi salah, jika dia mau naikkan kasta ke nasional. Memang program ini menurunkan pengganguran, tapi bagi warga DKI belum masih optimal, karena kalah bersaing barangkali daya saing lemah. Begitu pula ada yang ditinggalkan," kata Jerry, di Jakarta, Minggu malam.

Menurut dia, Sandi akan menjadikan Indonesia berada di urutan ke-7 ekonomi terbesar, namun butuh perjuangan dan pengorbanan.

Mengenai Rumah Siap Kerja yang ditawarkan Sandi untuk mengurangi angka pengangguran dengan menyiapkan dua juta lapangan kerja, kata Jerry, hal yang utama adalah memperkuat IPM (indeks pembangunan manusia) terlebih dulu atau sumber daya manusia.

"Untuk rumah siap kerja seperti apa karena ini perlu dikaji, jangan cuma program 'without action' (tanpa aksi)," katanya.

Menurut dia, pelayanan satu pintu yang ditawarkan Sandi bisa digabung dengan OKE-OCE dalam menurunkan pengganguran 20 ribu di 2018.

"Pelayanan 'one stop service' itu bagus tapi bagaimana birokrasi di dalamnya. Harus juga etos kerja mereka ditingkatkan," kata Jerry.

Dalam kesempatan itu, Jerry juga mempertanyakan pernyataan Sandi terkait dalam 7 bulan terakhir Sandi sudah kunjungi dalam 1500 kota.

Bagi Jerry, agak bingung juga antara waktu dan tempat. Barangkali, kata dia, lewat di 1500 tempat bisa, tapi langsung bertemu warga, paling tidak sulit tercapai.

"Untuk program Sandi dengan menggunakan satu kartu maka saya setuju. Ini seperti di Amerika hanya menggunakan 1 kartu yakni social security number (SSN). Jadi semua data sudah ada dalam kartu ini," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga: Biarkan masyarakat yang menilai
Baca juga: Sandi: Semua layanan cukup dengan satu kartu


 

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar