Mensos targetkan transformasi rastra ke BPNT seluruhnya Juli 2019

id Transformasi rastra ke BPNT,Bantuan pangan Non tunai

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (memukul gong) didampingi pejabat Kementerian Sosial pada pembukaan rapat koordinasi pelaksanaan program Pemberdayaan Sosial Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (21/3/2019). (ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan bantuan pangan beras sejahtera (rastra) bertransformasi seluruhnya ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Juli 2019.

"Rastra tahun ini akan ditransformasikan jadi BPNT. Juli nanti target kita semua sudah bertransformasi," kata Agus Gumiwang Kartasasmita usai membuka rapat koordinasi pelaksanaan program Pemberdayaan Sosial tahun 2019 di Jakarta, Kamis.

Agus mengatakan, persiapan terkait transformasi tersebut sudah baik, hanya ada hambatan terkait jaringan internet karena sejumlah daerah masih belum terjangkau internet.

"Kita sudah secara internal meminta Kominfo segera mengidentifikasi titik-titik daerah mana yang masih belum tersedia infrastruktur telekomunikasinya agar kita bisa segera mentransformasikan rastra ke BPNT," tambah dia.

Terkait daerah yang belum terjangkau internet atau memang sulit aksesnya, maka akan disiapkan kebijakan-kebijakan khusus terkait dengan penyaluran BPNT, kata Agus.

BPNT bermula dari subsidi raskin (beras miskin) dan berubah menjadi subsidi rastra (beras sejahtera) pada 2016 dengan target semula rumah tangga menjadi keluarga.

Pada 2017 subsidi rastra ditransformasikan menjadi BPNT secara bertahap dimulai di 44 kota dan ditransformasikan seluruhnya pada 2018 menjadi Bantuan Sosial Pangan yang terdiri dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bansos Rastra.

Perbedan BPNT dengan bansos Rastra yaitu BPNT disalurkan melalui rekening sebesar Rp110 ribu setiap bulan sementara Rastra mendapatan 10 kg beras per bulan gratis atau tanpa biaya tebus.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT bisa berbelanja di elektronik warung gotong royong (e-warong) untuk beras dan telur serta bebas memilih jenis dan kualitas barang.

Bansos pangan pada 2015 menjangkau 15.530.897 KPM dengan anggaran Rp22,1 triliun. Pada 2016 juga menyasar jumlah KPM yang sama dengan anggaran Rp22,5 triliun.

Pada 2017, mulai bertransformasi menjadi BPNT dengan jumlah 1.286.194 KPM dengan anggaran Rp1,698 triliun dan penerima subsidi rastra sebanyak 14.332.212 KPM dengan anggaran Rp19,79 triliun.

Pada 2018, 10 juta KPM BPNT dan 5.600.000 penerima bansos rastra dengan anggaran Rp20,592 triliun serta pada 2019 menyasar 15.600.000 KPM BPNT dengan anggaran Rp20,592 triliun.

Baca juga: Bulog berharap tetap jadi pemasok beras untuk BPNT
Baca juga: Daftar penerima BPNT dan PKH diumumkan di ruang publik
Baca juga: BPNT akan ditransformasikan jadi Kartu Sembako Murah

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar