Pengelola sayangkan maraknya atribut kampanye di Taman Berlalulintas

id Taman Berlalulintas,Kampanye

Beberapa pelajar sedang bercanda di spot foto Taman Pintar Berlaku Lintas Tebet Timur di Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019). (ANTARA News/Boyke Ledy Watra)

Jakarta (ANTARA) - Pengelola menyayangkan maraknya atribut kampanye dipasang calon anggota legislatif di sekitar Taman Pintar Berlalu Lintas Tebet Timur, Jakarta Selatan.

Penanggung jawab pengelolaan taman, Nur Sjahida di Jakarta Selatan, Jumat mengatakan, taman yang mayoritas pengunjungnya anak-anak tersebut sepantasnya bersih dan bebas dari atribut kampanye.

"Sangat disayangkan sekali ya, namun kami tidak tahu soal aturan, apakah boleh terpasang di sini atau tidak, ranahnya penyelenggara pemilu," kata dia.

Pengunjung di Taman Pintar Berlalu Lintas Tebet Timur ini Senin sampai Jumat pada umumnya dipadati pelajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar.

"Nanti sekolah ajak muridnya ke sini, terus dipandu dinas perhubungan menjelaskan simulasi dan aturan lalu lintas. Kalau siang biasanya anak-anak yang pulang sekolah bermain di sini," katanya.

Sedangkan hari libur dan akhir pekan, tempat yang baru saja diresmikan Pemerintah DKI pada Januari 2019 tersebut ramai dikunjungi masyarakat yang mengajak rekreasi buah hati mereka atau hanya sekedar berolahraga ringan.

Taman yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI ini bisa diakses gratis oleh warga. Kunjungan pada hari kerja berkisar sekitar 100-200 orang. Sedangkan di hari libur atau akhir pekan bisa mencapai 500 pengunjung.

Seorang pelajar yang biasa memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat belajar dan bermain bersama teman-temannya adalah Paulida (13).

Dia mengaku terganggu dengan keberadaan atribut kampanye di taman yang seharusnya ramah anak itu.

"Ya tidak maulah ada yang seperti ini, bagi kami tempat ini jadi terlihat kotor," tutur Paulida.

Alat peraga kampanye berupa pamflet, spanduk dan baliho tersebut bahkan ditempelkan di pohon sekitar gerbang masuk dan pagar taman.

"Ini taman edukasi, mengajarkan informasi berlalu lintas, tapi malah dipasangi yang seperti itu," kata pelajar lainnya, Habibah Rizky (13).

Pewarta : Sri Muryono dan Boyke LW
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar