Jakarta (ANTARA) - Satuan Lintas Laut Militer TNI AL (Satlinlamil) Jakarta mengadakan latihan debarkasi dan embarkasi melalui KRI Teluk Amboina-503.

"Satlinlamil Jakarta dalam triwulan kedua ini melakukan latihan embarkasi dan debarkasi melalui pintu rampa KRI Teluk Amboina," kata Pasops Satlinlamil Jakarta, Letkol Laut (P) Wendy Nizar Rizaldy ditemui di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu.

Wendy menjelaskan, embarkasi merupakan proses pemuatan material tempur dari daratan (pelabuhan) ke dalam kapal, baik LST (Landing Ship Tank) atau LPD
(Landing Platform Dock).

 
.

KRI Teluk Amboina-503, kapal LST yang merupakan buatan Jepang pada tahun 1960 yang berada di bawah pembinaan Satlinlamil, yang mampu mengangkut material tempur berupa 17 tank dan 800 pasukan.

"Kali ini kita hanya melibatkan tank 1 BMP-3F dan meriam howitzer 105 mm dari resimen kavaleri dan artileri Korps Marinir," katanya.

Menurut mantan Komandan KRI Teluk Hading (538) tersebut, latihan yang dimulai dari 2 April hingga 12 April meliputi prosedur embarkasi dan debarkasi, perhitungan muat kapal, latihan naik turun jaring atau operasi pindah dan proses pengambilan keputusan militer dalam rangka mendukung operasi militer perang (OMP) maupun operasi milite selain perang (OMSP).

Selain itu dengan latihan ini dapat diperolehnya data-data dan temuan terbaru perihal embarkasi dan debarkasi untuk dijadikan bahan pembuatan dan penyempurnaan aturan dalam pelaksanaan latihan kedepannya.

"Nantinya latihan ini sebagai operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) guna mendukung latihan gabungan TNI AL Armada Jaya XXXVII tahun 2019," katanya. 

Pewarta: M Risyal Hidayat, M Arief Iskandar
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2019