14 petugas pemungutan suara di Tulungagung "tumbang" karena kelelahan

id Pemilu 2019, petugas pemungutan suara, petugas pemilu, petugas pemilu sakit, Tulungagung

Ketua KPU Tulungagung Mustofa (kedua kiri) didampingi anggota, M Amarudin (kedua kanan) dan staf Kesekretariatan KPU Tulungagung membezuk petugas KPPS yang dirawat di rumah sakit karena kelelahan di Tulungagung, Senin (22/4/2019) (Ist)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Sedikitnya 14 petugas pemungutan suara di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur "tumbang" atau jatuh sakit akibat kelelahan selama menjalankan tugas sebagai panitia penyelenggara Pemilu 2019, selama sepekan terakhir.

"Kami mencatat, berdasar laporan dan juga hasil peninjauan terhadap beberapa petugas yang dirawat, ada 14 yang jatuh sakit," kata Ketua KPU Tulungagung Mustofa di Tulungagung, Senin.

Dari jumlah itu, lanjut dia, delapan orang di antaranya masih menjalani rawat inap di rumah sakit dan puskesmas.

Sementara enam lainnya sudah pulang, dan sebagian masih harus istirahat untuk pemulihan.

Menurut Mustofa, mereka yang jatuh sakit rata-rata mengalami kelelahan fisik.

"Fisiknya diforsir, pikirannya diforsir, terutama mereka yang pernah ada riwayat sakit, akhirnya kambuh lagi," ujar Mustofa.

Secara khusus, Mustofa didampingi beberapa komisioner dan petugas kesekretariatan KPU Tulungagung telah mengunjungi petugas pemungutan suara yang sakit itu.

"Alhamdulillah, teman-teman petugas pemungutan suara yang sakit dan dirawat di rumah sakit ini senang saat kami besuk " ujarnya.

Namun KPU Tulungagung tidak menjanjikan pembiayaan perawatan mereka selama di rawat di rumah sakit.

Komitmen pembebasan biaya untuk petugas pemungutan suara di semua tingkatan akhirnya diberikan Pemkab Tulungagung, sebagaimana disampaikan Plt Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.

Pertimbangannya, kata Maryoto, mereka adalah orang-orang yang berjasa dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Tulungagung.

"Semua akan digratiskan untuk berobat," kata Maryoto, saat ditemui di sela pemantauan UNBK tingkat SMP.

Tegas dia, bukan hanya para petugas pemungutan suara, semua petugas yang terlibat dalam pelaksanaan Pemilu akan diperlakukan hal serupa.

Mulai dari Bawaslu dan jajarannya, juga petugas keamanan yang terlibat di TPS-TPS.

Mayoritas mereka adalah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), disusul Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Penitia Pemungutan Kecamatan (PPK).

Petugas pemungutan yang dirawat di antaranya, tiga (3) KPPS di Kecamatan Tanggunggunung, satu (1) KPPS di Kecamatan Bandung, satu (1) KPPS di Kecamatan Sendang, satu (1) KPPS di Kecamatan Campurdarat dan seorang PPS di Kecamatan Pakel. 

Baca juga: Tiga petugas PPS meninggal dunia akibat kelelahan
Baca juga: Petugas KPPS meninggal dunia di Sumsel bertambah
Baca juga: KPU : Dua ketua KPPS di Riau meninggal dipicu kelelahan tugas Pemilu


 

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar