Thomas Lembong sebut fokus proyek Belt and Road di 3+1 koridor ekonomi

id Thomas lembong,Belt and road,proyek investasi,Belt and Road Initiative

Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan sambutan di acara Thematic Forum on Economic and Trade Zone Promotion, yang merupakan salah satu rangkaian dari acara Belt and Road Forum 2019 di Beijing, Kamis (25/42019). (Dokumentasi BKPM)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menjelaskan fokus proyek investasi dalam kerangka Belt and Road Initiative berada di 3+1 koridor ekonomi, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara, serta Bali.

Di sela-sela rangkaian 2nd Belt and Road Forum 2019 di Beijing, China, Kamis, Thomas menyampaikan bahwa pemilihan tiga daerah tersebut didasarkan pada lokasi dan potensi yang menjadi kekuatan daerah tersebut.

"Sumatera Utara adalah logistic hub terbaik karena berada di Selat Malaka. Kalimantan Utara terkenal akan world-class hydro power resources. Khusus untuk Sulawesi Utara, jumlah wisatawan asal Tiongkok per tahun yang semula 12.000 di tahun 2014 menjadi 180.000 di tahun 2018. Hal ini mendorong industri pariwisata dan pembukaan lapangan pekerjaan serta jasa-jasa pendukungnya," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Tom, sebagaimana ia kerap disapa, menilai penyelenggaraan kerja sama Belt and Road akan menghadapi beberapa kesulitan.

Namun di balik kesulitan tersebut, kerja sama tersebut tetap penting dijalankan dalam menghadirkan sumber baru bagi perkembangan ekonomi dunia.

"Kerja sama Belt and Road adalah kerja sama yang ambisius dan kompleks. Namun, di balik itu semua, dapat berpotensi menjadi tujuan mulia untuk ekonomi dunia melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan, menghubungkan pelaku ekonomi dunia yang akan berdampak pada peningkatan perdagangan pariwisata dan investasi negara-negara berkembang," katanya.

Tom juga mengajak para peserta yang hadir, yang mayoritas merupakan pimpinan politik dan teknokrat, untuk menyadari kewajiban moral, serta menyukseskan Belt and Road Initiative di masing-masing negara, regional dan dunia.

Dalam kegiatan 2nd Belt & Road Forum for International Cooperation (BRFIC) diselenggarakan 25-27 April 2019 di Beijing, China, delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, serta Kepala BKPM Thomas Lembong.

Thomas Lembong menjadi pembicara pada Thematic Forum dengan judul Economic and Trade Cooperation Zone Promotion.

Turut hadir sebagai pembicara pada Thematic Forum tersebut antara lain Minister of Commerce China, Minister of Agriculture and Rural Affairs of China dan Chairman of all-China Federation of Industry and Commerce selaku Host Country, Wakil Perdana Menteri Georgia mewakili negara Eropa, Menteri Keuangan Etiopia mewakili negara Afrika, Minister of Energy, Industry and Mineral Resources of Saudi Arabia mewakili negara Timur Tengah, dan State Secretary of the Agricultural Industry of The Ministry of Production and Labor Argentina mewakili wilayah benua Amerika.

Baca juga: Ganjar tawarkan investasi pariwisata ke pengusaha China


Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar